Lebih dari 160 Ribu Pelanggan Gelap Gulita saat Badai Lala Terjang Hawaii

Lebih dari 160 ribu rumah dan tempat usaha di Hawaii mengalami pemadaman listrik ketika Badai Tropis Lala menerjang pada Minggu malam waktu setempat. Dampak badai juga menghentikan layanan transportasi, mengganggu rumah sakit, dan merusak akses jalan di sejumlah wilayah.

Skala gangguan terlihat dari penutupan dua bandara utama di Big Island dan seluruh pelabuhan komersial. Puluhan penerbangan Hawaiian Airlines dibatalkan setelah Bandara Internasional Hilo serta Bandara Internasional Ellison Onizuka Kona menghentikan operasi sementara.

Akses Warga Terputus di Sejumlah Wilayah

Kerusakan jalan dan jembatan mendorong pemerintah meliburkan sekolah negeri, perguruan tinggi, kantor pemerintah, serta pengadilan pada Senin. Kebijakan itu diberlakukan karena beberapa jalur belum dinyatakan aman setelah banjir.

Di sektor kesehatan, Layanan Medis Darurat Honolulu membawa lebih dari 200 orang ke rumah sakit. CNN Indonesia melaporkan setidaknya tiga rumah sakit menjalankan layanan menggunakan generator cadangan akibat gangguan kelistrikan.

SituasiAngka atau StatusWilayah
Rumah dan usaha padam listrikLebih dari 160 ribuHawaii
Pasien dievakuasi ke rumah sakitLebih dari 200 orangDitangani EMS Honolulu
Curah hujan tertinggi32 inciLa Poya, Maui
Kecepatan angin badai60 mphBergerak ke arah barat

Air Meluap Menyapu Bangunan

Badai membawa curah hujan ekstrem yang memicu luapan aliran air dan banjir bandang. CBS News mencatat beberapa wilayah Big Island menerima hujan lebih dari 28 inci, sementara La Poya di Maui mencatat 32 inci.

Arus deras yang bercampur material banjir menghantam kawasan pesisir Na’alehu dan Wai’ohinu. Sejumlah bangunan dilaporkan tersapu dari pondasinya saat hujan lebat disertai angin kencang.

Pertahanan Sipil, Garda Nasional, dan Penjaga Pantai dikerahkan untuk membantu pencarian serta penyelamatan warga. Salah seorang warga lanjut usia dievakuasi setelah rumahnya hanyut diterjang banjir bandang di Distrik Kau.

Operasi Penyelamatan Berjalan dalam Risiko Tinggi

Wali Kota Hawaii Kimo Alameda mengatakan medan evakuasi dipenuhi arus deras, puing-puing, dan batu besar yang menutup jalan. Petugas juga menghadapi kondisi gelap yang membatasi pergerakan di lokasi terdampak.

“Yang membuat situasi ini sangat menantang adalah adanya arus air yang deras, puing-puing, dan batu-batu besar di jalan, ditambah lagi kondisi yang gelap,” ujar Alameda melalui media sosial. Pernyataan itu menggambarkan hambatan yang membuat sebagian jalur darat belum bisa segera dipulihkan.

Gubernur Hawaii Josh Green mengonfirmasi satu orang meninggal dalam kecelakaan mobil di ujung selatan pulau. Otoritas belum menetapkan adanya korban jiwa yang secara langsung disebabkan oleh badai tersebut.

Pusat Badai Nasional mencatat Lala mulai menjauh ke arah barat dengan kecepatan angin 60 mph. Meski pusat badai bergerak menjauh, warga diminta tetap berada di rumah karena hujan tambahan dapat memicu longsor di daerah perbukitan.

Baca Juga