Investor asing mengakumulasi pembelian bersih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI senilai Rp130,06 miliar pada 6–14 Agustus 2026. Arus dana tersebut terjadi ketika valuasi BBNI masih tercatat di bawah satu kali nilai buku.
Posisi ini menarik perhatian karena PBV BBNI berada pada 0,83 kali. Pada saat yang sama, saham tersebut menutup perdagangan 14 Agustus 2026 dengan kenaikan 0,55 persen ke Rp3.630 per saham.
Pembelian Asing Berlanjut hingga Penutupan
Arus beli asing tidak hanya terlihat dalam akumulasi periode pengamatan. Pada perdagangan 14 Agustus saja, BBNI mencatat beli bersih asing sebesar Rp5,06 miliar.
Investor Daily melaporkan pembelian bersih asing pada saham BBNI berlangsung berkelanjutan selama 6 hingga 14 Agustus 2026. Catatan tersebut menunjukkan dana asing tetap masuk pada hari ketika harga saham bank ini menguat.
| Indikator Arus Dana | Nilai |
|---|---|
| Periode akumulasi | 6–14 Agustus 2026 |
| Akumulasi beli bersih asing | Rp130,06 miliar |
| Beli bersih asing 14 Agustus | Rp5,06 miliar |
| Harga penutupan | Rp3.630 per saham |
| Perubahan harga harian | Naik 0,55 persen |
Aktivitas transaksi BBNI pada 14 Agustus mencapai 19,65 juta saham. Perdagangan tersebut berlangsung dalam 5.267 kali transaksi dengan nilai total Rp71,03 miliar.
Harga Rp3.630 per saham juga menandai kenaikan 2,83 persen dalam satu bulan. Penguatan itu menjadi konteks penting untuk menilai minat pasar terhadap saham BBNI sepanjang periode tersebut.
Rasio Valuasi di Bawah Satu Kali Buku
PBV 0,83 kali menunjukkan harga pasar BBNI berada di bawah nilai buku yang tercermin dalam rasio itu. Selain PBV, PER BBNI yang disetahunkan tercatat di level 6,29 kali.
| Rasio dan Pergerakan | Nilai |
|---|---|
| PBV | 0,83 kali |
| PER disetahunkan | 6,29 kali |
| Kenaikan dalam satu bulan | 2,83 persen |
| Harga penutupan 14 Agustus 2026 | Rp3.630 per saham |
Mandiri Sekuritas mempertahankan pandangan positif terhadap BBNI dalam publikasi Investor Digest pada 14 Agustus 2026. Perusahaan sekuritas itu memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.000 per saham.
Target tersebut berada di atas harga penutupan BBNI pada hari yang sama. Rekomendasi itu disampaikan ketika perhatian pasar terarah pada kombinasi valuasi, pergerakan harga, dan aliran dana asing.
Laba Semester Pertama Bertumbuh
Fundamental BBNI pada semester I-2026 menunjukkan peningkatan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nilainya mencapai Rp10,75 triliun, dibandingkan Rp10,09 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
| Periode Kinerja | Laba Bersih |
|---|---|
| Semester I-2026 | Rp10,75 triliun |
| Semester I-2025 | Rp10,09 triliun |
Peningkatan laba tersebut berjalan beriringan dengan catatan PBV yang masih di bawah satu kali dan PER disetahunkan 6,29 kali. Data-data ini menjadi bagian dari konteks rekomendasi beli Mandiri Sekuritas terhadap BBNI.
Ke depan, pasar akan mencermati kelanjutan pembelian asing setelah akumulasi Rp130,06 miliar dalam tujuh hari perdagangan. Pergerakan harga BBNI, valuasi, dan kinerja laba tetap menjadi faktor yang menyertai perhatian terhadap saham tersebut.






