Satu-Satunya Wakil Italia, Mutrion Raih Sutradara Terbaik di Locarno

Mutrion menjadi satu-satunya film Italia dalam seleksi Pardi di Domani atau Leopards of Tomorrow di Locarno Film Festival. Film pendek arahan Marco Cavazzin itu kemudian merebut penghargaan sutradara terbaik.

Pencapaian tersebut diraih di tengah seleksi yang memuat 20 film pendek dari sejumlah negara. Persaingan melibatkan karya dari Prancis, Inggris, Iran, Qatar, China, Taiwan, Amerika Serikat, Ukraina, dan Italia.

Kisah Personal dari Pulau-Pulau Laguna

Di balik kemenangannya, Mutrion mengisahkan Marco, seorang pemuda yang pulang ke kawasan masa kecilnya di Laguna Venesia. Ia telah meninggalkan wilayah itu ketika berusia 20 tahun dan baru kembali empat tahun kemudian.

Marco diperankan oleh Manfredi Marini, yang sebelumnya tampil dalam Nineteen karya Giovanni Tortorici. Giulio Maroncelli juga menjadi bagian dari jajaran pemeran film tersebut.

Perjalanan pulang itu tidak menghadirkan rasa nyaman seperti yang diharapkan. Marco justru berhadapan dengan keluarga, lingkungan, serta kebiasaan lokal yang pernah membentuk hidupnya tetapi kini terasa kian jauh.

UnsurKeterangan
FilmMutrion
KompetisiPardi di Domani atau Leopards of Tomorrow
PenghargaanSutradara terbaik
SutradaraMarco Cavazzin
Tempat pengambilan gambarPulau-pulau di Laguna Venesia

Julukan Murung dan Legenda Kuku Jempol

Tokoh Marco sejak kecil dijuluki Mutrion, yang berarti murung. Nama itu memberi petunjuk mengenai sosok yang memikul jarak emosional saat kembali ke komunitas asalnya.

Film ini menghidupkan legenda setempat bahwa seluruh penghuni laguna kelak kehilangan kuku jempol kaki kanan. Marco menjadi satu-satunya pengecualian karena hal tersebut belum terjadi padanya.

Pengecualian itu mulai berubah setelah Marco pulang. Kisahnya menelusuri retakan batin yang muncul ketika seseorang dipertemukan lagi dengan tempat asal yang tidak lagi ia kenali dengan cara yang sama.

Konflik yang Tidak Diucapkan Terang-Terangan

Cavazzin tidak menyajikan konflik melalui benturan terbuka antartokoh. Tekanan hadir melalui harapan komunitas yang tidak terucap dan struktur kehidupan pulau yang terisolasi.

Laguna Venesia menjadi lebih dari sekadar pemandangan dalam film ini. Lanskapnya bergeser antara ruang fisik dan proyeksi psikologis, sejalan dengan kegelisahan yang dirasakan Marco.

Dalam pernyataan sutradaranya, Cavazzin menyebut film tersebut lahir dari dorongan untuk bercerita tentang kepulangan dan usaha menyambung kembali hubungan dengan tempat yang menjadi akrab sekaligus jauh. Ritual, takhayul, dan cerita keluarga disebutnya tetap berperan dalam membentuk identitas kolektif masyarakat laguna.

Dukungan Produksi dan Penilaian Juri

Etimo memproduksi Mutrion dengan dukungan Veneto Film Commission, sementara Cattive Produzioni menangani distribusinya. Pengambilan gambar seluruhnya dilakukan di pulau-pulau Laguna Venesia agar ruang cerita menyatu dengan lingkungan asalnya.

Penilaian kompetisi dilakukan oleh Mounia Akl dari Lebanon, produser Afrika Selatan Steven Markovitz, dan sutradara Italia Antonio Piazza. Yahoo melaporkan kemenangan Cavazzin serta komposisi seleksi internasional tersebut.

Melalui penghargaan ini, film pendek Cavazzin mendapat perhatian lebih luas di tingkat internasional. Kekuatan Mutrion terletak pada cara mitos lokal, ruang pulau, dan perasaan tercerabut bertemu dalam kisah kepulangan seorang pemuda.

Baca Juga