Enam poin beruntun menjadi titik pemisah dalam kemenangan Thalita Ramadhani Wiryawan pada babak pertama Kejuaraan Dunia 2026. Wakil Indonesia itu menundukkan Ines Lucia Castillo Salazar dari Peru dengan skor 22-20, 21-7.
Rangkaian angka tanpa balas pada gim kedua membuat Thalita mengubah pertandingan yang sebelumnya ketat menjadi kemenangan meyakinkan. Hasil tersebut memastikan langkahnya menuju babak 32 besar.
Lonjakan Skor Setelah Kedudukan 3-1
Thalita memulai gim kedua dengan keunggulan 3-1. Ia lalu menambah enam angka berturut-turut hingga kedudukan melebar menjadi 9-1.
Salazar tidak mampu segera menghentikan laju tersebut. Saat interval, Thalita sudah memimpin 11-2 dan berada dalam posisi sangat nyaman.
| Fase Pertandingan | Kedudukan | Dampak |
|---|---|---|
| Awal gim kedua | 3-1 | Thalita mengambil keunggulan awal |
| Setelah enam poin beruntun | 9-1 | Jarak skor melebar tajam |
| Interval gim kedua | 11-2 | Salazar tertinggal jauh |
Keunggulan besar itu dipertahankan hingga akhir pertandingan. Thalita menutup gim kedua 21-7 tanpa memberi kesempatan Salazar mengulang tekanan seperti pada gim pembuka.
Kemenangan dua gim langsung tersebut tercatat di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, pada Senin (17/8/2026). Detik Sport melaporkan bahwa Thalita mampu meredam perlawanan pemain Peru itu.
Game Point Sempat Gagal Dituntaskan
Gim pertama justru berlangsung dengan pola yang jauh berbeda. Thalita membuka pertandingan dengan memimpin 5-2, tetapi Salazar mengejar hingga skor 6-6.
Pertarungan angka berlanjut ketat sampai 8-8. Salazar kemudian sempat berada dua poin di depan sebelum Thalita membalas lewat tiga poin berturut-turut.
Thalita memasuki interval dalam keunggulan 11-10. Keadaan tetap terbuka setelah jeda karena Salazar terus menjaga selisih angka tetap tipis.
Wakil Indonesia itu unggul 15-13, tetapi Salazar kembali menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Thalita lalu lebih dahulu mendapatkan game point pada skor 20-17.
Keunggulan tersebut belum cukup untuk menuntaskan gim pertama. Salazar merebut tiga angka beruntun dan memaksakan deuce 20-20.
Thalita akhirnya merebut dua poin penentu untuk mengamankan gim pertama 22-20. Kemampuan keluar dari tekanan itu menjadi modal sebelum ia menguasai gim kedua.
Berhadapan dengan Pemain Nomor Satu Dunia
Di babak 32 besar, Thalita akan menghadapi An Se-young dari Korea Selatan. Lawannya tersebut berstatus sebagai pemain nomor satu dunia.
Pertandingan berikutnya akan menjadi tantangan berbeda setelah kemenangan atas Salazar. Thalita membawa bekal penting berupa ketenangan saat skor kritis serta kemampuan menjaga dominasi ketika unggul.






