Gladys Victoria terbangun setelah material plafon jatuh mengenai tubuhnya ketika gempa mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Wisatawan Belanda berusia 21 tahun itu sempat mengira bangunan tempatnya menginap akan runtuh.
Suara keras dan getaran pada awalnya dikira berasal dari kendaraan berat di sekitar bangunan. Setelah menyadari terjadi gempa, Victoria memilih berlindung di bawah meja dapur daripada berusaha berlari ke luar.
“Saya benar-benar sangat takut,” kata Victoria seperti diberitakan NOS. Ia mengaku sempat membayangkan gedung yang ditempatinya dapat roboh akibat guncangan.
“Saya awalnya berpikir itu bulldozer atau truk besar. Lalu saya berpikir, sepertinya seluruh gedung ini akan runtuh,” tuturnya.
Memilih Bertahan saat Getaran Berlangsung
Victoria tidak mencoba keluar ketika bangunan masih berguncang. Menurutnya, berlari pada saat itu bukan pilihan yang diyakini dapat membuatnya selamat.
“Saya bahkan tidak berpikir untuk berlari keluar. Saya merasa tidak akan berhasil. Saya sempat berpikir, mungkin ini akhirnya,” katanya.
Sesudah gempa berhenti, ia meninggalkan bangunan dan melihat warga di sekitarnya menghubungi keluarga masing-masing. Mereka berupaya memastikan kondisi kerabat setelah guncangan terjadi.
| Nama | Usia | Posisi saat Gempa | Dampak yang Dilaporkan |
|---|---|---|---|
| Gladys Victoria | 21 tahun | Bangunan tempat menginap | Plafon jatuh mengenai tubuhnya |
| Mark van Roy | 61 tahun | Lantai lima hotel di Labuan Bajo | Lampu dan benda lain berjatuhan |
Tamu Hotel Menunggu Guncangan Mereda
Di Labuan Bajo, Mark van Roy dan istrinya menghadapi situasi serupa dari lantai lima hotel tempat mereka menginap. Getaran kuat membuat sejumlah lampu terlepas dari plafon dan benda-benda di dalam hotel jatuh.
Van Roy mengatakan pasangan itu tidak bisa langsung meninggalkan gedung selama guncangan berlangsung. Mereka baru turun dan keluar dari hotel setelah kondisi mereda.
“Gempanya benar-benar dahsyat. Lampu-lampu jatuh dari plafon, semuanya berjatuhan,” kata Van Roy. Ia menilai kerusakan yang terlihat dari luar bangunan cukup parah.
Menurut Van Roy, hotel tersebut tampak seperti akan runtuh. Setelah itu, ia dan istrinya meninggalkan Flores untuk kembali ke Bali, tempat mereka tinggal.
Data Gempa dari BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa magnitudo 6,2 berada 46 kilometer di timur laut Labuan Bajo. Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer dengan waktu kejadian pukul 06.13 WITA.
Gempa tersebut terjadi setelah guncangan M 7,7 di timur laut Mbay, Nagekeo, NTT. Bagi Van Roy, peristiwa itu merupakan gempa paling kuat yang pernah ia alami selama 19 tahun menetap di Bali.
Ketika sudah berada di pesawat, Van Roy dan istrinya melihat kembali situasi setelah gempa. Saat itulah mereka menyadari bahwa keduanya berhasil melewati peristiwa tersebut dengan selamat.






