Tiga Prajurit Terluka di Jila, Evakuasi Berlanjut usai Serangan Kelompok Bersenjata

Tiga prajurit TNI terluka dalam kontak tembak di sekitar Posramil Jila Kodim 1710/Mimika, Papua Tengah. Salah seorang prajurit kemudian gugur, sementara proses evakuasi korban masih dilakukan.

Insiden di Jila memperlihatkan situasi keamanan yang kembali memanas di wilayah pedalaman Papua Tengah. TNI menyatakan penanganan lapangan ditujukan untuk merespons serangan dan mencegah gangguan keamanan menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Serangan di Sekitar Posramil Jila

Kontak tembak di Jila terjadi setelah kelompok kriminal bersenjata menyerang area Posramil Jila Kodim 1710/Mimika. Kelompok tersebut disebut berasal dari Kodap III Puncak dan dipimpin Pemne Kogoya.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto mengonfirmasi adanya tiga prajurit yang terluka. Ia menyebut satu prajurit di antaranya kemudian meninggal dunia.

“Kontak tembak prajurit TNI dengan KKB dari Kodap III Ndugama mengakibatkan tiga prajurit terluka dan salah satunya gugur,” ujar Tri Purwanto kepada ANTARA di Jayapura pada Senin. Menurut dia, evakuasi terhadap para korban sedang berlangsung.

Peristiwa di Mimika bukan satu-satunya insiden bersenjata yang terjadi dalam rangkaian gangguan keamanan di Papua Tengah. Pada lokasi lain di Kabupaten Puncak, patroli TNI juga berujung kontak senjata dengan kelompok bersenjata.

WilayahLokasiDampak Utama
Kabupaten MimikaJilaTiga prajurit terluka, satu di antaranya gugur.
Kabupaten PuncakDistrik Eral MakawiaTiga anggota OPM tewas dan delapan senjata api disita.

Tiga Anggota OPM Tewas di Puncak

Kontak senjata di Distrik Eral Makawia terjadi saat personel TNI berpatroli di kawasan hutan pada Minggu (16/8). Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan pasukan telah meminta kelompok tersebut menyerahkan diri.

Menurut Lucky Avianto, imbauan itu tidak diikuti karena kelompok bersenjata justru menembaki prajurit. Pasukan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai peraturan yang berlaku.

“Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada, dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM,” kata Lucky Avianto di Timika. Setelah kontak senjata, pasukan menyisir area untuk memastikan kondisi lokasi.

Pemeriksaan di lokasi menghasilkan delapan pucuk senjata api beserta amunisi. Perlengkapan itu disebut telah disiapkan untuk mengganggu keamanan saat peringatan kemerdekaan.

Jenazah tiga anggota OPM tidak ditemukan ketika pasukan melakukan pemeriksaan pascakontak senjata. Rekan-rekan mereka disebut membawa jenazah tersebut menuju kawasan hutan.

Koordinasi Pengamanan Dilanjutkan

TNI menekankan setiap tindakan terhadap kelompok bersenjata harus berada dalam prosedur operasi standar. Aturan pelibatan itu disebut menjadi dasar agar tindakan prajurit tetap profesional, sesuai hukum, serta menghormati hak asasi manusia.

Selain operasi keamanan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat akan terus dilanjutkan. Upaya itu difokuskan pada pencegahan gangguan lanjutan di wilayah Mimika dan Puncak.

Lucky Avianto juga meminta anggota kelompok bersenjata untuk meletakkan senjata dan menyerahkan diri. Seruan itu disampaikan dengan harapan Papua dapat berada dalam kondisi aman, damai, dan sejahtera.

Baca Juga