Pemilik merek personal care semakin menaruh perhatian pada proses di balik sebuah produk. Kualitas hasil akhir saja tidak lagi cukup ketika praktik kerja, keselamatan, dan tata kelola rantai pasok ikut menjadi bahan penilaian.
Perubahan tersebut mendorong PT Mitrapak Eramandiri memperkuat penerapan standar sosial dan sistem manajemen mutu. Perusahaan manufaktur kontrak ini membidik kepercayaan pelanggan di pasar domestik maupun global.
Produk Dinilai dari Prosesnya
Responsible manufacturing mulai dipandang sebagai standar bisnis dalam rantai pasok global yang semakin kompleks. Konsumen, regulator, dan perusahaan global mendorong proses produksi yang lebih bertanggung jawab serta dapat ditelusuri.
Mitrapak memproduksi produk personal care, baby care, dan home care atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Perusahaan memiliki fasilitas pabrik di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Direktur Utama PT Mitrapak Eramandiri, Elizabeth, mengatakan pemilik merek saat ini tidak hanya memperhatikan mutu produk. Ia menyebut proses produksi juga menentukan kepercayaan jangka panjang pelanggan.
“Audit SEDEX-SMETA menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan pelanggan karena proses produksi juga ikut dinilai,” kata Elizabeth dalam keterangan yang dikutip finance.detik.com. Ia menambahkan pengadaan yang bertanggung jawab ditujukan untuk memperkuat daya saing perusahaan.
SMETA Mengawasi Aspek Sosial dan Etika
Penguatan tersebut mencakup penerapan SMETA atau Sedex Members Ethical Trade Audit. Audit sosial global ini dikembangkan Sedex, platform yang membantu perusahaan mengelola data keberlanjutan dan praktik etis dalam rantai pasok.
Penilaian SMETA mencakup ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja, etika bisnis, serta tata kelola operasional. Ruang lingkup ini memberi kerangka bagi perusahaan untuk menjalankan manufaktur sesuai praktik yang diakui secara internasional.
Mutu, Penelusuran, dan Risiko Operasional
Mitrapak melengkapi audit sosial dengan standar yang berfokus pada kualitas dan pengendalian proses. Penerapan tersebut mencakup pedoman untuk kosmetik, sistem manajemen mutu, serta standar produk rumah tangga.
| Standar/Sertifikasi | Fokus | Ruang Penerapan |
|---|---|---|
| ISO 22716:2007 | Praktik manufaktur yang baik kosmetik | Bahan baku, kebersihan, dokumentasi, penelusuran |
| ISO 9001:2015 | Manajemen mutu | Kualitas berkelanjutan dan risiko operasional |
| BRCGS Consumer Products | Produk rumah tangga | Dokumentasi proses produksi |
| SMETA | Sosial dan etika rantai pasok | Ketenagakerjaan, K3, etika, tata kelola |
ISO 22716:2007 mengatur pengendalian bahan baku, kebersihan fasilitas, dokumentasi, hingga sistem penelusuran dalam industri kosmetik. Penerapannya ditujukan untuk menjaga konsistensi mutu dan keamanan produk.
ISO 9001:2015 digunakan untuk mendukung peningkatan kualitas berkelanjutan, efektivitas proses bisnis, dan pengelolaan risiko. Sistem manajemen mutu ini menjadi bagian dari fondasi tata kelola perusahaan yang baik.
Perusahaan juga memiliki sertifikasi GMP dari BPOM RI untuk memastikan produksi kosmetik sesuai ketentuan regulator. Sertifikasi Grade A Sistem Jaminan Produk Halal turut mendukung kepastian proses produksi yang dilakukan.
Direktur Operasional PT Mitrapak Eramandiri Surabaya, Firman, menyampaikan bahwa BRCGS untuk kategori Consumer Products (Household) dipertahankan sejak 2016. Menurutnya, sertifikasi tersebut memberi keyakinan kepada calon pemilik merek atas dokumentasi proses dan pemenuhan ekspektasi kualitas.
Pertumbuhan Pasar Membuka Persaingan Baru
Statista memproyeksikan pendapatan pasar Beauty & Personal Care Indonesia sekitar US$10,55 miliar pada 2026. Pasar tersebut diperkirakan tumbuh rata-rata 5,52% per tahun hingga 2031.
Segmen personal care menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar US$4,43 miliar. Besarnya pasar membuat kebutuhan terhadap mitra manufaktur dengan standar kualitas dan tata kelola internasional semakin penting.
Persaingan industri personal care pun bergerak melampaui kemampuan menghasilkan produk yang seragam. Mitra manufaktur perlu menunjukkan bahwa seluruh operasionalnya dijalankan secara bertanggung jawab.






