BBCA Lewati Target Jangka Pendek saat Dana Asing Masuk Rp98,3 Miliar

Saham BBCA mencapai Rp6.425 pada sesi I perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, sekaligus melampaui target jangka pendek Rp6.375 hingga Rp6.400 dari CGS International Sekuritas Indonesia. Penguatan 1,18% itu berlangsung saat investor asing membukukan pembelian bersih Rp98,3 miliar pada saham tersebut.

Posisi harga tersebut menjadi penting karena BBCA masih terkoreksi 20,4% sejak awal tahun. Dalam jangka satu bulan, saham PT Bank Central Asia Tbk juga masih tercatat turun 0,7%.

Harga Bergerak di Atas Kisaran Target

CGS International Sekuritas Indonesia menetapkan rentang Rp6.375 hingga Rp6.400 sebagai target jangka pendek BBCA. Harga pada sesi I yang berada di Rp6.425 berarti telah melampaui batas atas rentang tersebut.

Sekuritas itu juga mencatat area penopang harga BBCA berada pada Rp6.250 hingga Rp6.300. “Harga saham BBCA memiliki area support di Rp6.250 hingga Rp6.300,” ujar CGS International Sekuritas Indonesia.

Area penopang itu berada di bawah harga BBCA pada sesi I 18 Agustus. Data tersebut menggambarkan posisi teknikal saham setelah penguatan harian, tanpa menghapus penurunan yang masih terlihat dalam periode lebih panjang.

Arus Asing Terkonsentrasi pada BBCA

Pembelian bersih investor asing di seluruh pasar pada sesi I mencapai Rp112,8 miliar. Dari jumlah itu, BBCA menyumbang Rp98,3 miliar atau menjadi bagian terbesar dari arus beli bersih asing.

Menurut data yang dilansir Investor Daily, nilai beli bersih asing di BBCA melibatkan sekitar 15,3 juta saham berdasarkan harga rata-rata sesi I. Besarnya arus dana tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan harga saham di sesi yang sama.

Data PerdaganganNilai atau VolumeCatatan
Beli bersih asing seluruh pasarRp112,8 miliarSesi I
Beli bersih asing BBCARp98,3 miliar15,3 juta saham
Total saham BBCA diperdagangkan43,3 juta sahamSesi I
Nilai transaksi BBCARp276,8 miliarSekitar 11,9 ribu transaksi

Sepanjang sesi I, sebanyak 43,3 juta saham BBCA diperdagangkan dengan nilai total Rp276,8 miliar. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 11,9 ribu kali berdasarkan data IDX.

Nilai transaksi tersebut tidak sama dengan pembelian bersih asing. Nilai transaksi merekam keseluruhan saham yang berpindah tangan, sedangkan beli bersih mencerminkan selisih aktivitas beli dan jual investor asing.

Minat Beli Meningkat Dibandingkan Pekan Sebelumnya

BBCA sebelumnya juga menerima pembelian bersih asing pada Jumat, 14 Agustus 2026. Nilainya sebesar Rp2,4 miliar, jauh di bawah catatan Rp98,3 miliar pada sesi I 18 Agustus.

Dua catatan tersebut menunjukkan beli bersih asing muncul pada hari perdagangan yang berbeda. Kenaikan nilainya pada 18 Agustus memperlihatkan konsentrasi arus beli yang lebih besar pada BBCA.

Meski harga telah menembus target jangka pendek CGS, kinerja saham dalam satu bulan dan sejak awal tahun masih berada di zona negatif. Kondisi itu menempatkan penguatan sesi I dan arus dana asing sebagai perkembangan harian di tengah koreksi yang belum pulih.

Pergerakan BBCA selanjutnya masih memiliki area Rp6.250 hingga Rp6.300 sebagai rentang penopang yang disebut CGS International Sekuritas Indonesia. Pada saat yang sama, harga Rp6.425 menjadi level yang mencerminkan penguatan saham ketika minat beli asing meningkat.

Baca Juga