Soroti Sejuta Penganggur Terdidik, Megawati Tegaskan BPJS Kesehatan Jangan Diganggu

Megawati Soekarnoputri menyatakan kebingungannya atas kabar jumlah penganggur berpendidikan tinggi yang disebut mencapai satu juta orang. Di saat yang sama, ia meminta negara menjaga BPJS Kesehatan sebagai perlindungan bagi warga yang kesulitan membiayai pengobatan.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu menilai persoalan kerja dan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab negara kepada rakyat. Kesempatan kerja layak serta akses terhadap layanan medis dipandang sebagai dasar bagi masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya.

Angka Pengangguran Masih Perlu Ditelusuri

Megawati mengatakan informasi mengenai banyaknya orang pintar yang belum bekerja perlu diperiksa lebih lanjut. Ia telah meminta agar persoalan itu diurus dan ditelusuri untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.

“Bingung saya, karena saya baru saja berapa hari ini diganggu oleh koran karena katanya banyak orang-orang pintar itu tidak punya pekerjaan dan jumlahnya saya bingung kenapa katanya sampai sejuta,” kata Megawati. Pernyataan itu disampaikan dalam amanat upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Menurut Megawati, penyediaan lapangan kerja perlu ditempatkan dalam arah pembangunan peradaban bangsa. Ia mengaitkannya dengan kebutuhan akan sistem politik dan negara hukum yang berkeadilan.

Ia juga menilai pendidikan dan kesehatan rakyat menjadi prasyarat penting bagi kemajuan sains serta teknologi. Negara-negara maju di Eropa dan Asia, menurutnya, telah menempatkan kedua bidang tersebut sebagai perhatian utama.

Permintaan Mempertahankan Jaminan Kesehatan

Dalam amanat yang sama, Megawati menyoroti adanya pihak yang dinilainya mulai mengutak-atik BPJS Kesehatan. Ia meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan tidak mengganggu kelangsungan program tersebut.

Megawati justru mendorong penambahan anggaran agar BPJS Kesehatan mampu memberikan perlindungan lebih luas. Kebijakan itu dinilai penting bagi warga yang tidak mudah mendapatkan uang ketika harus menjalani pengobatan.

“Lah bayangkan sekarang, saya bikin, saya lho yang bikin BPJS. Tapi sekarang mulai diutak-atik sepertinya apa? Kenapa?” ujar Megawati, seperti dilansir Investor Daily. Ia menyatakan jaminan kesehatan itu dibentuk untuk kepentingan rakyat banyak.

Ia kemudian meminta agar BPJS Kesehatan tetap tersedia dan mendapatkan dukungan pendanaan. “Tolonglah BPJS itu tetap ada dan ditambahlah uangnya bagi rakyat banyak,” kata Megawati.

Perlindungan bagi Warga Rentan

Dorongan untuk memperkuat jaminan kesehatan itu juga berkaitan dengan pengalaman Megawati melihat warga tidak mampu membayar perawatan medis. Ia pernah menyaksikan seorang ibu menangis di rumah sakit karena belum sanggup membayar pengobatan anaknya sebelum suaminya memperoleh uang.

Megawati menuturkan bahwa kesedihannya melihat masyarakat menjual barang demi biaya berobat menjadi alasan perhatian besarnya terhadap jaminan kesehatan. “Saya enggak cari nama, itu memang saya yang buat karena hati nurani saya sedih melihat rakyat menjual ini menjual itu,” tuturnya.

Ia menempatkan kesehatan dan pendidikan sebagai layanan dasar yang harus dipenuhi negara. Pada usia Republik ke-81, Megawati menilai cita-cita Bung Karno dapat dijalankan jika bangsa berani menentukan nasibnya sendiri.

Baca Juga