Listrik utama Flores kembali siap dalam waktu kurang dari 12 jam setelah gempa M7,7 mengguncang wilayah itu pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Seluruh 11 gardu induk yang terdampak telah beroperasi penuh, meski perbaikan jaringan distribusi masih berlanjut.
Tantangan pemulihan kini tersisa pada satu penyulang yang terganggu oleh tanah longsor dan robohnya sejumlah tiang listrik. PLN menempatkan personel di lapangan untuk memperbaiki jalur serta mengganti infrastruktur yang rusak.
Satu Jalur Distribusi Masih Bermasalah
Gardu induk yang kembali beroperasi menjadi penopang pemulihan kelistrikan Flores pada masa penanganan dampak gempa. Namun, aliran listrik menuju sebagian pelanggan tetap bergantung pada perbaikan penyulang yang terdampak kerusakan fisik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan seluruh kekuatan dan personel dikerahkan secara maksimal. Menurutnya, penyulang itu akan dipulihkan secepat mungkin selama kondisi kebencanaan memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan aman.
PLN memusatkan pemetaan kerusakan di Kabupaten Nagekeo dan Reo yang mengalami dampak cukup parah. Personel, material, serta peralatan dimobilisasi secara besar-besaran ke dua daerah tersebut.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono menyebut bantuan dari wilayah lain dapat dikerahkan jika dibutuhkan. Dukungan tambahan itu disiapkan untuk mempercepat penyambungan kembali listrik bagi pelanggan terdampak.
Kapasitas Pembangkit Masih Mencukupi
Di tengah pekerjaan perbaikan jaringan, kapasitas pembangkitan di Flores berada di atas kebutuhan listrik. Daya mampu pasok tercatat 111 MW, sedangkan beban pascagempa sekitar 95 MW dan beban normal sekitar 105 MW.
| Parameter Kelistrikan | Nilai | Status |
|---|---|---|
| Daya mampu pasok | 111 MW | Di atas kebutuhan |
| Beban pascagempa | 95 MW | Dapat dilayani |
| Beban normal | 105 MW | Dapat dilayani |
| Gardu induk terdampak | 11 unit | Pulih 100 persen |
Darmawan mengatakan daya yang tersedia lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. “Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW,” kata Darmawan.
Kapasitas tersebut memastikan masalah utama pascagempa tidak berada pada kecukupan pembangkitan. Fokus pekerjaan PLN berada pada pemulihan jalur distribusi yang rusak akibat kondisi medan dan kerusakan infrastruktur.
Fasilitas Publik Didahulukan
Dalam penanganan darurat, PLN memprioritaskan pasokan bagi rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, dan lokasi pengungsian. Fasilitas-fasilitas ini didahulukan agar pelayanan dasar serta kebutuhan warga terdampak tetap terjaga.
PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri. Kolaborasi lintas instansi diperlukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan teknis di wilayah bencana.
Gempa susulan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam setiap tahapan pemulihan. PLN menegaskan pekerjaan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga pengamanan bagi petugas dan masyarakat.
“Kami akan terus mengawal langsung sampai seluruh pelanggan kembali menyala,” ujar F. Eko. Pemulihan jaringan listrik Flores akan terus dilakukan hingga pelanggan yang masih terdampak kembali memperoleh aliran listrik.






