Saat Roma Dilanda Kekeringan, Sisa Jembatan Era Caligula Muncul dari Tiber

Sisa jembatan Romawi yang diduga berasal dari masa Kaisar Caligula kembali muncul dari Sungai Tiber saat air di Roma menyusut. Struktur yang populer disebut Jembatan Nero itu sebelumnya tertutup aliran sungai selama bertahun-tahun.

Pemandangan tersebut terjadi ketika debit Tiber jatuh hingga di bawah 80 meter kubik per detik. Angka itu hanya sekitar setengah dari rata-rata historis untuk periode yang sama dan menandai beratnya tekanan air di Roma.

Jembatan yang Diduga Lebih Tua dari Namanya

Penamaan Jembatan Nero tidak serta-merta menunjukkan bahwa bangunan itu dibuat pada masa pemerintahan Nero. Arkeolog menilai struktur tersebut kemungkinan dibangun pada era Caligula, paman Nero, sekitar tahun 39 Masehi.

Antonella Bonini dari Badan Pengawas Warisan Budaya Roma menyatakan Nero merupakan figur paling terkenal yang dikaitkan dengan kawasan tersebut. Kedekatan lokasi jembatan dengan Sirkus Nero menjadi alasan utama nama itu terus digunakan.

Sirkus Nero dahulu merupakan arena balap kereta kuda di Roma. Kawasan itu kini menjadi bagian dari wilayah Vatikan dan dikaitkan dengan wafatnya Santo Petrus sebagai martir.

“Nero adalah tokoh paling terkenal yang dikaitkan dengan wilayah ini, karena tepatnya di Sirkus Nero, tempat yang sekarang menjadi lokasi Vatikan, Santo Petrus meninggal sebagai martir,” ujar Bonini. Dengan demikian, nama jembatan lebih berkaitan dengan posisi geografis dan memori sejarah kawasan tersebut.

AspekInformasiKonteks
Nama strukturJembatan NeroBerada dekat bekas Sirkus Nero
Perkiraan masa pembangunanSekitar tahun 39 MasehiDiduga pada masa Caligula
Fungsi dahuluPenghubung dua sisi kotaPusat Roma dan sisi kanan sungai

Debit Tiber Tertekan Periode Kering

Kembalinya struktur kuno ke permukaan berhubungan langsung dengan turunnya aliran Sungai Tiber. Curah hujan minim selama beberapa pekan menyebabkan muka air menyusut dan membuka bagian bangunan yang biasanya terendam.

Giovanni Giganti, Koordinator Pusat Pengelolaan Air di Dinas Perlindungan Sipil Roma, menyebut keadaan ini sebagai krisis air yang parah. Ia mengatakan debit sungai terus menurun setelah kota itu mengalami periode panjang tanpa hujan.

Musim dingin sebelumnya disebut memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak cukup untuk menahan penurunan debit setelah rentang tanpa hujan berlangsung lama.

Perubahan aliran Tiber kemudian memberikan gambaran nyata tentang seberapa jauh air telah surut. Bagian Jembatan Nero yang selama ini tersembunyi menjadi terlihat di tengah sungai yang debitnya melemah.

Warisan Kuno dan Tekanan Air Bertemu di Tiber

Jembatan itu dahulu menjadi penghubung penting antara pusat Kota Roma dan wilayah di sisi kanan Sungai Tiber. Kini, sisanya menjadi penanda fisik tentang jejak infrastruktur Romawi yang masih tersimpan di dasar aliran sungai.

Liputan6.com, mengutip AP News, melaporkan kemunculan kembali bagian struktur tersebut akibat air Tiber yang surut. Peristiwa itu menempatkan peninggalan arkeologis dan persoalan ketersediaan air Roma dalam satu lanskap yang sama.

Jembatan Nero tidak muncul karena penggalian atau pemindahan struktur dari dasar sungai. Bangunan itu terlihat kembali semata-mata karena volume air menurun hingga bagian-bagiannya tidak lagi tertutup aliran.

Selama curah hujan belum cukup untuk menaikkan debit Sungai Tiber, sisa jembatan dapat tetap terbuka. Kondisi itu menunjukkan bahwa perubahan pada aliran sungai dapat sekaligus mengungkap lapisan sejarah yang lama tidak terlihat.

Baca Juga