Ulchi Freedom Shield Tetap Jalan, Trump Minta Pentagon Kecilkan Skalanya

Ulchi Freedom Shield tidak dibatalkan, tetapi skalanya akan dikurangi secara signifikan atas perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan itu datang ketika latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.

Trump menyebut pembatalan penuh tidak lagi menjadi pilihan karena agenda itu sudah terlalu dekat untuk dihentikan. Ia kemudian menginstruksikan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth untuk membatasi cakupan kegiatan tersebut.

Keputusan ini menempatkan latihan tahunan AS-Korea Selatan pada situasi yang tidak biasa. Bentuk pengurangan yang akan diterapkan Pentagon belum dijelaskan dalam pernyataan Trump.

Latihan Sensitif bagi Pyongyang

Korea Utara selama ini kerap mengecam latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pyongyang memandang kegiatan tersebut sebagai simulasi persiapan perang.

Dalam konteks itu, pengurangan skala Ulchi Freedom Shield dapat dibaca sebagai sinyal penting di Semenanjung Korea. Agenda pertahanan tersebut berkaitan langsung dengan hubungan Washington, Seoul, dan Pyongyang yang selama ini sensitif.

Trump menilai latihan itu juga mengirimkan pesan bermusuhan kepada Korea Utara. Ia menyatakan negara tersebut, selama masa kepresidenannya, tidak menunjukkan ancaman terhadap Amerika Serikat dan justru bersikap penuh hormat kepada pemerintahannya.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengaitkan kebijakan itu dengan kedekatannya dengan Kim Jong Un. Ia mengatakan hubungan diplomatik yang dibangunnya dengan pemimpin Korea Utara perlu diperhitungkan dalam menentukan langkah pertahanan.

Trump Soroti Beban Anggaran

Selain alasan politik, Trump menyoroti biaya besar dari latihan militer gabungan tersebut. Ia mengatakan sebagian besar beban pembiayaan kegiatan itu ditanggung oleh Amerika Serikat.

“Latihan-latihan ini tidak hanya memakan biaya besar, yang sebagian besar ditanggung oleh Amerika Serikat, tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan,” tulis Trump. Pernyataan itu menjelaskan dua dasar utama kebijakannya, yakni pengeluaran dan dampaknya terhadap hubungan dengan Korea Utara.

Trump juga menyampaikan keberatan atas keterlibatan Amerika Serikat dalam latihan bersama Korea Selatan yang telah berlangsung lama. “Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah lama menyetujui partisipasi dalam Latihan Militer Gabungan bersama Korea Selatan,” tulisnya.

Ia lalu menyatakan telah memberi arahan langsung kepada Pete Hegseth. “Mengingat sudah terlambat untuk membatalkannya, saya telah menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi secara signifikan cakupan Latihan Militer Gabungan tersebut!” ungkap Trump.

Isu Iran Turut Dibahas

Di luar keputusan mengenai latihan, Trump turut mengungkap pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Ia mengatakan isu nuklir Iran menjadi salah satu topik yang dibahas dalam komunikasi tersebut.

Trump mengklaim telah menanyakan apakah Korea Selatan bersedia bergabung dalam upaya denuklirisasi Iran. Menurut keterangannya, pihak Korea Selatan menolak tawaran itu.

Pengungkapan mengenai Iran disampaikan bersamaan dengan kebijakan pengurangan latihan AS-Korea Selatan. Kedua hal tersebut menunjukkan bahwa Trump memasukkan pertimbangan diplomatik ke dalam pembicaraan mengenai keamanan regional.

Dengan latihan yang tetap terlaksana dalam cakupan lebih kecil, perhatian berikutnya tertuju pada pelaksanaan instruksi Pentagon. Ulchi Freedom Shield tetap menjadi salah satu agenda pertahanan paling peka dalam hubungan tiga negara di kawasan.

Baca Juga