Bukan Target Mudah, SBY Sebut Pertumbuhan 6% Bisa Tekan Kemiskinan

Target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 dinilai Susilo Bambang Yudhoyono dapat memberi dampak luas apabila benar-benar terwujud. Mantan presiden itu mengaitkan laju pertumbuhan tersebut dengan peluang penurunan kemiskinan dan pengangguran.

SBY menyatakan sasaran itu memang tinggi, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Ia menekankan bahwa keberhasilannya bergantung pada kemampuan pemerintah menjalankan kebijakan secara optimal.

Pengalaman Masa Pemerintahan SBY

SBY merujuk pada pengalaman memimpin Indonesia selama 10 tahun sebagai dasar penilaiannya. Ia menyebut rata-rata pertumbuhan sekitar 6% pada periode tersebut berlangsung bersamaan dengan penurunan kemiskinan, pengangguran, dan utang negara.

Pada saat bersamaan, SBY mengatakan GDP serta pendapatan per kapita meningkat secara tajam. Pengalaman itu membuatnya menilai capaian serupa dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat pada masa pemerintahan saat ini.

“Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6% memang alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per capita meningkat secara tajam,” tuturnya.

AspekMasa pemerintahan SBYTarget 2027
Pertumbuhan ekonomiRata-rata sekitar 6% selama 10 tahun6%
Indikator sosialKemiskinan dan pengangguran disebut menurunDiharapkan menjadi sasaran pembangunan
Indikator ekonomiGDP dan pendapatan per kapita disebut meningkatMemerlukan kebijakan yang optimal

Penilaian atas Sasaran Pemerintah

Pernyataan SBY muncul dalam pandangannya terhadap Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai arah pembangunan serta blueprint pemerintah menuju 2027 semakin terlihat jelas.

Meski melihat adanya harapan baru, SBY juga mengingatkan besarnya tantangan dari dalam negeri dan situasi internasional. Karena itu, target pembangunan memerlukan pelaksanaan yang konsisten dari seluruh jajaran pemerintahan.

Menurut SBY, agenda yang dekat dengan kebutuhan masyarakat meliputi penjagaan pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, dan penurunan kemiskinan. Peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian yang ia soroti.

Fiskal Harus Tetap Sehat

SBY memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga kesehatan fiskal dalam mengejar target pertumbuhan. Ia memandang ambisi ekonomi perlu berjalan bersama pengelolaan negara yang tetap sehat.

“Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6%, itu cukup tinggi, ambisius. Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai,” kata SBY.

Pandangan tersebut disampaikan lewat unggahan di kanal YouTube Susilo Bambang Yudhoyono. CNBC Indonesia mencatat, SBY tidak dapat mengikuti langsung rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tanah Air.

Pada 17 Agustus 2026, SBY berada di Rochester, Amerika Serikat, untuk menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic hingga akhir Agustus 2026. Pemeriksaan itu dilakukan atas anjuran tim dokter kepresidenan yang selama ini menangani kesehatannya.

SBY berharap dapat kembali ke Indonesia pada September. Di tengah agenda kesehatannya, ia tetap menyampaikan harapan agar kebijakan pemerintah dapat membawa Indonesia menuju kondisi yang maju, adil, dan sejahtera.

Baca Juga