Kaku Punggung yang Reda Setelah Bergerak, Tanda Peradangan pada Pria Muda

Nyeri punggung bawah pada laki-laki muda tidak selalu berkaitan dengan posisi tidur atau aktivitas fisik yang berat. Bila kekakuan paling terasa saat bangun lalu membaik setelah bergerak, keluhan tersebut dapat mengarah pada peradangan sendi.

Pola ini dapat muncul sejak usia belasan hingga 20-an pada kondisi yang disebut ankylosing spondylitis atau spondyloarthritis. Tanpa terapi medis, peradangan berisiko membuat ruas tulang belakang menyatu dan mengeras.

Berbeda dari pegal biasa

Kekakuan punggung pada kondisi tersebut biasanya berat ketika seseorang baru bangun tidur. Keluhan dapat berlangsung sekitar satu jam sebelum berangsur mereda saat penderita berolahraga atau menjalani aktivitas fisik.

Nyeri tidak selalu terbatas di punggung bawah. Lutut dan pergelangan kaki juga dapat mengalami keluhan, sehingga fungsi gerak dapat makin terganggu apabila peradangan tidak ditangani.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, menyebut penyakit rematik dapat diawali masalah pada sendi. Peradangan yang dibiarkan berpotensi menjalar dan memengaruhi organ lain dalam tubuh.

Kelompok usia dan gejala penting

KondisiKelompok yang lebih sering terdampakTanda utama
Ankylosing spondylitisLaki-laki usia belasan hingga 20-anNyeri punggung bawah dan kaku pagi hari yang membaik setelah bergerak
LupusPerempuan usia 20-an hingga awal 30-anDemam berkepanjangan, nyeri sendi, rambut rontok, sariawan berulang, kemerahan di pipi

Keluhan sendi pada usia produktif tidak hanya berkaitan dengan ankylosing spondylitis. Lupus juga menjadi kondisi autoimun yang perlu diperhatikan, terutama pada perempuan usia 20-an hingga awal 30-an.

Lupus sering disebut penyakit seribu wajah karena gejalanya tidak selalu sama pada setiap pasien. Kondisi ini bahkan dapat menyerupai penyakit lain ketika disertai penurunan hemoglobin dan trombosit.

Demam lama dan perubahan pada tubuh

Perempuan muda dengan lupus dapat semula mengira keluhannya sebagai demam berdarah atau tipes. Padahal, demam berkepanjangan yang disertai sakit sendi, rambut rontok, sariawan berulang, serta kemerahan pada pipi perlu ditelusuri secara medis.

dr. Sandra mengatakan perbandingan pasien perempuan dan laki-laki pada lupus sangat timpang. “Kalau Rheumatoid Arthritis tiga banding satu, kalau ini sembilan banding satu,” ujarnya.

Peradangan pada lupus dapat berkaitan dengan cairan di rongga paru atau jantung serta gangguan fungsi ginjal. Risiko tersebut menjadi alasan mengapa gejala yang berulang tidak sebaiknya ditunda pemeriksaannya.

Fatigue bukan sekadar kurang tidur

Rasa lelah ekstrem atau fatigue dapat muncul pada berbagai penyakit autoimun. Kondisi ini ditandai rasa kehabisan energi meski seseorang tidak melakukan pekerjaan berat dan telah mendapat tidur yang cukup.

Keluhan lelah perlu lebih diperhatikan bila terjadi bersama sendi bengkak atau keterbatasan gerak. health.kompas.com melaporkan dr. Sandra menganjurkan pasien berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memperoleh penanganan yang tepat.

Terapi autoimun yang diresepkan dokter bertujuan mengendalikan peradangan dan melindungi ginjal, tulang, serta sendi. Mengikuti panduan pengobatan menjadi bagian penting untuk mencegah gangguan gerak dan kerusakan organ yang menetap.

Baca Juga