Jendela kabin sebuah pesawat Ryanair pecah ketika pesawat berada di ketinggian sekitar 16.000 kaki di wilayah udara Yunani. Seorang penumpang yang duduk tepat di sebelah jendela itu mengalami luka serius setelah kepala dan bahunya keluar melalui bukaan yang rusak.
Penumpang bernama Ljubisa Karovic, 61 tahun, duduk di kursi 11F pada baris 11. Istrinya mengatakan kepada Reuters bahwa ia dan seorang pramugari menarik Karovic kembali masuk ke kabin.
Penerbangan Boeing 737-8AS itu berangkat dari Thessaloniki menuju Memmingen pada 10 Juli. Setelah kerusakan terjadi kurang dari 10 menit setelah lepas landas, pesawat berbalik arah dan melakukan pendaratan darurat di Thessaloniki.
Jendela rusak akibat serpihan mesin
Penyelidikan awal NTSB mengaitkan kerusakan jendela dengan serpihan yang berasal dari mesin nomor 2. Mesin CFM International CFM56-7B26 mengalami terlepasnya sebuah bilah kipas saat penerbangan berlangsung.
Serpihan dari mesin itu menghantam badan pesawat dan stabilizer horizontal kanan. Selain memecahkan jendela baris 11, serpihan juga menyebabkan logam di sekitar mesin robek, penyok di dekat baris 8, lubang di bawah sayap, serta goresan pada bagian ekor.
NTSB menyatakan Karovic “tersangkut sebagian di jendela kabin yang rusak”. Lembaga tersebut merilis laporan awal pada 13 Agustus, tetapi belum menyimpulkan penyebab paling mungkin dari insiden ini.
| Bagian yang diperiksa | Temuan kerusakan |
|---|---|
| Mesin nomor 2 | Satu bilah kipas terlepas. |
| Badan pesawat dekat mesin | Logam robek akibat serpihan. |
| Baris 11 | Jendela kabin pecah. |
| Bagian lain pesawat | Penyok dekat baris 8, lubang di bawah sayap, dan goresan ekor. |
Getaran meningkat sebelum dentuman
Awak pesawat menerima peringatan getaran tinggi pada mesin sekitar tujuh setengah menit setelah tinggal landas. Getaran tersebut meningkat tajam dalam rentang hampir dua menit sesudah peringatan pertama.
Pilot lalu mendengar dentuman keras dan autopilot terputus. Peristiwa itu menjadi titik sebelum pesawat memulai prosedur kembali ke Thessaloniki.
Pesawat yang terlibat dalam insiden ini berusia 18 tahun. Pemeriksaan terhadap bilah kipas yang patah menemukan bukti retak lelah pada sisa komponen.
Retak lelah adalah keretakan logam yang muncul secara bertahap karena tekanan berulang. NTSB menilai pola retak itu lebih besar daripada yang diperkirakan untuk jumlah penerbangan bilah tersebut.
Jejak burung masih diperiksa
Delapan bilah kipas lain pada mesin yang sama ditemukan mengalami perubahan bentuk pada tepi depannya. Penyelidik juga menemukan sisa burung dan bulu di mesin, meski waktu kemungkinan tabrakan burung belum dapat dipastikan.
Pesawat itu tercatat memiliki empat dugaan laporan tabrakan burung dalam setahun sebelum kejadian. Namun, tidak ditemukan kerusakan ketika masing-masing laporan dibuat.
Bilah kipas tersebut telah diperiksa kurang dari tiga pekan sebelum insiden. Aturan pemeriksaannya muncul setelah kecelakaan 2018 pada Boeing 737 Southwest Airlines, ketika bilah kipas patah dan pecahan mesin memecahkan jendela kabin.
Dalam kejadian 2018 itu, seorang penumpang tersedot keluar dan meninggal akibat trauma benda tumpul. Mesin CFM-56 sendiri merupakan salah satu mesin yang paling luas digunakan dalam penerbangan dan diproduksi oleh Safran Aircraft Engines bersama GE Aerospace.
NTSB menegur komentar Michael O’Leary
CEO Ryanair Michael O’Leary sebelumnya membantah laporan bahwa ada penumpang yang sampai setengah badannya berada di luar jendela. Dalam paparan kinerja pada Juli, ia mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang keluar dari jendela mana pun.”
Ketua NTSB Jennifer Homendy menyatakan NTSB mengirim surat teguran karena komentar itu diberikan saat penyelidikan masih berjalan. Menurutnya, pernyataan tersebut melanggar aturan internasional karena mengandung opini dan analisis atas kecelakaan yang belum selesai diselidiki.
Laporan akhir NTSB akan menentukan penyebab paling mungkin dari insiden tersebut. Laporan semacam itu biasanya diterbitkan satu hingga dua tahun setelah laporan awal.






