Dari Lantai Plester ke Keramik, Bantuan IDM Hadirkan Rumah Layak bagi Kroniah

Bantuan renovasi dari InJourney Destination Management mengubah rumah Kroniah menjadi hunian permanen dengan fasilitas dasar yang lebih lengkap. Rumah di Dusun Grumbulgede, Kalurahan Selomartani, Kalasan, Sleman, itu kini memiliki dua kamar tidur, ruang keluarga, dapur bersih, dan kamar mandi layak.

Perbaikan tersebut memberi perubahan pada kebutuhan penting keluarga, terutama ruang tinggal dan sanitasi. Sebelumnya, rumah berukuran 6 x 7 meter itu belum memiliki pembagian kamar tidur maupun fasilitas sanitasi yang memadai.

Rumah Layak sebagai Dampak Pengelolaan Destinasi

Renovasi rumah Kroniah menandai unit ke-56 dalam program Rumah Layak Huni yang dijalankan IDM. Program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan di sekitar kawasan wisata.

Sejak 2016, program tersebut telah menjangkau 56 rumah milik warga kurang mampu di sekitar Candi Prambanan dan Candi Borobudur. IDM memandang pengembangan pariwisata perlu berjalan berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Direktur Utama IDM, Febrina Intan, menyatakan keberadaan pengelola destinasi harus memberi manfaat yang melampaui aktivitas kunjungan wisatawan. Manfaat itu mencakup dampak sosial dan ekonomi bagi warga di sekitar Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, serta Ratu Boko.

“Keberadaan kami di sini tidak hanya sekadar mengelola sebuah destinasi, tapi yang terpenting adalah bagaimana keberadaan Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko atau IDM itu dapat memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat di sekitar, baik manfaat sosial maupun manfaat ekonomi,” ujar Febrina Intan.

Perubahan Kondisi Bangunan

Sebelum direnovasi, hunian Kroniah masih berupa bangunan nonpermanen berdinding gedhek atau anyaman bambu. Lantainya hanya menggunakan plester sederhana dan bagian genteng telah lapuk.

Bagian RumahKondisi SebelumKondisi Setelah
BangunanNonpermanenPermanen
Dinding dan lantaiGedhek dan plester sederhanaLantai keramik
Ruang tidurBelum ada pembagian kamarDua kamar tidur
Fasilitas penunjangSanitasi belum memadaiDapur bersih dan kamar mandi layak

Pembaruan bangunan diarahkan untuk mendukung aktivitas harian keluarga dalam lingkungan yang lebih sehat. Kehadiran kamar mandi layak dan dapur bersih menjadi bagian dari fasilitas yang disiapkan setelah renovasi selesai.

Proses pembangunan berlangsung selama tiga bulan. Warga sekitar Dusun Grumbulgede turut bergotong royong dalam pengerjaan rumah tersebut.

Keterlibatan warga memperlihatkan peran solidaritas lingkungan dalam mendukung program perbaikan hunian. Rumah purna pugar itu diserahkan langsung kepada Kroniah pada Senin siang dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Harapan untuk Warga Lain

Kepala Jawatan Praja Kantor Panewu Kalasan, Sidi Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. Ia juga menilai gotong royong warga memberi arti penting dalam penyelesaian bantuan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua warga yang sudah bahu-membahu. Kami sangat mengharapkan program ini bisa terus menyasar masyarakat kami yang membutuhkan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar,” kata Sidi.

Peresmian rumah layak ke-56 ini dipandang IDM sebagai bagian dari dampak sosial berkelanjutan dalam pengelolaan destinasi. Bagi Kroniah, perubahan rumah tersebut membuka ruang untuk menjalani kehidupan yang lebih layak.

Baca Juga