Asumsi harga Rp1 miliar untuk seekor kuda menjadi dasar munculnya hitungan Rp300 miliar bagi 300 kuda yang disebut akan memperkuat TNI. Perhitungan tersebut belum didukung informasi resmi mengenai harga satuan maupun nilai kontrak pengadaan.
Angka Rp1 miliar memang dapat ditemukan pada kategori tertentu di pasar kuda Warmblood. Namun, rentang harga kuda olahraga sangat bergantung pada mutu, pelatihan, garis keturunan, dan penggunaan kuda tersebut.
Rentang Harga Menunjukkan Perbedaan Nilai
Warmblood yang telah dilatih untuk dressage atau show jumping dapat memiliki harga yang sangat beragam. Data yang dikutip Suara.com dari ehorses.com menunjukkan nilai kuda jenis ini berada dari ratusan juta rupiah hingga Rp1 miliar.
| Acuan Harga | Kategori Kuda | Nilai yang Tercantum |
|---|---|---|
| ehorses.com | Warmblood dressage atau show jumping terlatih | Rp300 juta-Rp1 miliar |
| Pasar Amerika | Contoh Dutch Warmblood | US$12.000 |
| Pasar Amerika | Warmblood untuk kualitas kompetisi | US$45.000-US$60.000 |
Rentang itu membuat penyamaan harga seluruh kuda pada angka Rp1 miliar menjadi belum dapat dipastikan. Tidak tersedia data yang menyatakan 300 kuda tersebut memiliki ras, tingkat latihan, maupun kelas nilai yang sama.
Unggahan di media sosial menyebut kuda yang disiapkan merupakan Warmblood dari Eropa. Keterangan itu belum disertai konfirmasi terbuka mengenai asal seluruh kuda atau spesifikasi yang akan digunakan oleh satuan berkuda.
Pengadaan dalam Jumlah Besar Pernah Disebut
Rencana penambahan ratusan kuda pernah disampaikan oleh Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri pada 2025. Danpussenkav menyebut Presiden Prabowo Subianto sedang membelikan 300 ekor kuda baru untuk Pusat Kesenjataan Kavaleri.
Aryo Djojohadikusumo selaku Ketua Umum PP Pordasi juga pernah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan memberikan lebih dari 300 ekor kuda kepada Detasemen Kavaleri Berkuda. Kuda-kuda itu disebut akan mendukung pembinaan prajurit sekaligus olahraga berkuda.
Dua pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penambahan kuda dalam jumlah besar memang pernah menjadi informasi yang disampaikan pihak terkait. Rincian soal harga pembelian, sumber dana, dan bentuk pengadaan belum dijelaskan dalam keterangan tersebut.
Operasional Ratusan Kuda Menambah Kebutuhan Anggaran
Nilai suatu satuan berkuda tidak berhenti pada harga kuda saat pertama dibeli. Ratusan hewan memerlukan pakan rutin, fasilitas kandang, perawatan kuku, pemeriksaan kesehatan, perlengkapan, pelatih, dan personel pendukung.
Angka Rp10 juta per bulan untuk makanan seekor kuda turut muncul dalam unggahan yang beredar. Nilai itu belum dapat diposisikan sebagai biaya operasional resmi karena tidak ada dokumen anggaran yang dipublikasikan.
Hal yang sama berlaku untuk klaim harga pelana Rp25 juta dan gaji personel Rp5 juta per bulan. Besaran biaya pelatih serta tenaga medis hewan juga belum dapat dihitung tanpa mengetahui jumlah personel dan standar layanan yang digunakan.
Kirab Memunculkan Kembali Perhatian Publik
Topik pasukan berkuda kembali mendapat perhatian setelah Kirab Garuda Prabayeksa pada rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Kereta kencana Garuda Prabayeksa membawa Bendera Negara Sang Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi dari Istana Merdeka menuju Monumen Nasional.
Delapan ekor kuda menarik kereta tersebut, sementara pasukan berkuda TNI mengiringi rute kirab. Kehadiran unit itu mengarahkan perhatian publik pada kebutuhan pengelolaan kuda untuk tugas seremonial, pembinaan prajurit, dan kegiatan berkuda lainnya.
Data resmi mengenai spesifikasi kuda, kontrak pembelian, serta sumber pendanaan diperlukan untuk menentukan nilai pengadaan sebenarnya. Keterbukaan tersebut juga penting untuk membedakan harga pasar kuda kompetisi dengan harga yang dibayarkan dalam pengadaan institusi.






