Investasi Rp 50 Miliar untuk V8E, Handal Belum Mengejar Produksi Besar

Perakitan lokal Farizon V8E di Purwakarta diawali investasi Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar untuk satu model kendaraan. Meski perangkat produksi telah disiapkan, perusahaan belum menargetkan keluaran dalam jumlah besar.

Target awalnya sekitar 80 unit per bulan dan akan berjalan secara bertahap. Langkah ini diambil agar kapasitas perakitan dapat disesuaikan dengan permintaan kendaraan niaga listrik di pasar.

Peralatan Awal Dapat Dipakai untuk Model Lain

Investasi untuk V8E mencakup sejumlah kebutuhan produksi di fasilitas Handal Indonesia Motor. Perangkat yang disebutkan antara lain filing machine, couple jig, special tools, serta alat pengencangan axle.

Director Arista Manufacturing Christoforus Ronny mengatakan tambahan investasi untuk model Farizon berikutnya tidak akan terlalu besar. Alasannya, sebagian perangkat perakitan dapat digunakan bersama oleh model-model lain.

Efisiensi penggunaan peralatan menjadi salah satu dasar pengembangan portofolio Farizon di pabrik tersebut. Namun, peningkatan produksi tetap akan mengikuti arah pasar, bukan semata kesiapan peralatan.

KomponenNilai atau TargetStatus
Investasi awalRp 40 miliar hingga Rp 50 miliarUntuk perakitan satu model
Produksi awalSekitar 80 unit per bulanMenyesuaikan pasar
Kandungan dalam negeriDiperkirakan 40 persenBelum disertifikasi

Pasar Menjadi Penentu Kenaikan Volume

Christoforus menegaskan perusahaan masih membaca perkembangan kebutuhan pasar sebelum menaikkan output. “Perakitan V8E kita awal ini sebulan kira-kira masih sekitar 80 unit. Sambil bertahap kita juga melihat kondisi pasarnya seperti apa,” ujarnya kepada media di Purwakarta, Kamis (13/8/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan angka produksi awal tidak ditetapkan sebagai target akhir. Farizon akan melihat respons konsumen dan kebutuhan operasional di segmen kendaraan komersial listrik.

V8E diposisikan sebagai van listrik bagi sektor logistik dan pengguna kendaraan niaga. Model ini membawa fokus pada efisiensi, keandalan operasional, serta kebutuhan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Perakitan Melalui Tujuh Tahapan

Farizon V8E menjadi model pertama merek tersebut yang dirakit di Indonesia. Prosesnya dilakukan melalui tujuh tahapan perakitan di pabrik Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat.

Christoforus memperkirakan TKDN V8E mencapai 40 persen. Meski demikian, sertifikasi untuk nilai kandungan dalam negeri tersebut belum diteruskan.

Menurut laporan Kompas.com, perakitan lokal V8E dikaitkan dengan kebutuhan kendaraan komersial yang efisien dan andal. Target kandungan lokal itu juga menunjukkan adanya porsi pekerjaan perakitan yang dilakukan di dalam negeri.

Farizon Melengkapi Portofolio di Handal

Presiden Direktur PT Handal Motor Indonesia Denny Siregar menyebut Farizon sebagai merek ketiga di bawah Geely Group yang dikerjakan fasilitas tersebut. Handal sebelumnya telah mengerjakan kendaraan Geely dan Aletra.

Model Geely yang dirakit mencakup EX5 dan EX2, sedangkan Lifan disebut berkaitan dengan Aletra. Kehadiran Farizon memperlebar pemanfaatan pabrik Purwakarta bagi merek-merek dalam kelompok Geely.

Untuk saat ini, arah produksi V8E masih bertumpu pada penerimaan pasar. Perusahaan belum mengumumkan target peningkatan volume setelah tahap awal 80 unit per bulan.

Baca Juga