Sebanyak 9.242 personel gabungan disiagakan untuk mengawal 31 aksi penyampaian aspirasi dan 16 kegiatan masyarakat di Jakarta, Selasa (18/8/2026). Pengamanan dilakukan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Kekuatan pengamanan itu dikerahkan saat polisi juga mengamankan 21 orang yang diduga hendak memicu kerusuhan. Mereka ditemukan membawa barang yang dinilai berpotensi membahayakan peserta aksi, petugas, dan warga sekitar.
Komposisi Pasukan Pengamanan
Pengamanan Demo Jakarta melibatkan unsur Polda Metro Jaya, polres jajaran, TNI, dan bantuan kendali operasi Mabes Polri. Porsi terbesar berasal dari Polda Metro Jaya dengan 5.670 personel.
| Unsur | Jumlah Personel |
|---|---|
| Polda Metro Jaya | 5.670 personel |
| Polres jajaran | 222 personel |
| TNI | 1.500 personel |
| BKO Mabes Polri | 1.850 personel |
Budi menyebut ribuan personel itu disiapkan untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik dan aktivitas masyarakat lainnya. Polisi akan mengatur lalu lintas sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Rekayasa lalu lintas tidak ditetapkan secara kaku sebelum aksi berlangsung. Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menyatakan akan tetap memprioritaskan kelancaran mobilitas warga di luar titik demonstrasi.
Barang yang Dibawa Masih Diperiksa
Pemeriksaan terhadap 21 orang yang diamankan ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Barang yang ditemukan meliputi petasan, flare, serta botol yang dipersiapkan sebagai pemicu atau pemantik bom molotov.
“Adapun barang-barang tersebut berupa petasan ataupun flare, botol yang dipersiapkan sebagai pemicu ataupun pemantik sebagai bom molotov,” ujar Budi. Polisi menyatakan kelompok tersebut tidak terafiliasi dengan mahasiswa peserta aksi.
Aparat menduga kelompok itu bergerak untuk menciptakan konflik antara petugas dan massa yang menyampaikan pendapat. Langkah pengamanan dilakukan agar aksi demonstrasi tidak bercampur dengan tindakan yang berpotensi anarkis.
Pendekatan Humanis Ditekankan
Apel gelar pasukan dilakukan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya pada Selasa pagi sebelum pengamanan dimulai. Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries El Fathar memimpin apel tersebut.
Aries meminta personel menjalankan tugas dengan sabar, terukur, dan tidak mudah terpancing emosi. Ia menegaskan penegakan hukum harus menjadi pilihan terakhir atau ultimum remedium.
Provos diperintahkan untuk memastikan setiap anggota yang bertugas tidak membawa senjata api. Petugas juga diminta bersikap defensif, tidak agresif, dan memberi ruang bicara kepada perwakilan massa.
“Tetap SOP dalam menghadapi aksi unjuk rasa adalah sifatnya pelayanan, bukan menghadapi,” kata Aries. Arahan itu menempatkan pengamanan sebagai pelayanan publik selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Bundaran HI Menjadi Salah Satu Titik Aksi
Aksi BEM UI di kawasan Bundaran Hotel Indonesia menjadi salah satu demonstrasi yang dikawal. Kegiatan bertema #MerebutKemerdekaan itu membawa delapan tuntutan rakyat, termasuk penghentian KKN dan penjajahan negara atas rakyat.
Ketua BEM UI Yatalatof Imawan meminta maaf kepada warga Jakarta atas kemungkinan kemacetan selama aksi. Ia menyebut gangguan lalu lintas diperkirakan hanya berlangsung beberapa jam, sedangkan persoalan struktural dan keadilan telah berlangsung lebih lama.






