RSUD hingga Kampus Rusak akibat Gempa Flores M 7,7, Korban Tewas Capai 43 Orang

Kerusakan pada rumah sakit, kampus, dan asrama mahasiswa menjadi dampak langsung gempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Hingga Sabtu malam, gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) itu dilaporkan menyebabkan 43 orang meninggal dunia.

Bangunan RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai mengalami kerusakan sehingga pelayanan medis dipindahkan ke area terbuka. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang dapat muncul apabila terjadi gempa susulan.

Pasien tetap memperoleh pelayanan bersama tenaga kesehatan di luar gedung rumah sakit. Situasi ini memperlihatkan gangguan serius terhadap layanan kesehatan di salah satu daerah yang paling terdampak.

Korban Terbanyak Tercatat di Manggarai

BNPB mencatat korban jiwa tersebar di Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, dan Ngada. Manggarai menyumbang 21 korban meninggal, sedangkan Manggarai Timur mencatat 17 korban.

Wilayah TerdampakJumlah Korban Meninggal
Manggarai21 orang
Manggarai Timur17 orang
Sikka3 orang
Manggarai Barat1 orang
Ngada1 orang

Korban lain tercatat tiga orang di Sikka serta masing-masing satu orang di Manggarai Barat dan Ngada. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, “Update korban gempa meninggal dunia 43 orang.”

Proses pendataan belum ditutup karena keadaan di sejumlah lokasi masih terus berkembang. BNPB menyatakan angka korban dan dampak kerusakan berpotensi berubah setelah laporan dari wilayah terdampak diterima.

Tenda Darurat untuk Mahasiswa

Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng turut mengalami kerusakan pada gedung kampus dan asrama. Mahasiswa kemudian mendirikan tenda darurat di area terbuka untuk digunakan sementara waktu.

Bangunan kampus dan asrama belum dapat dipakai seperti kondisi normal setelah guncangan terjadi. Dampak pada lingkungan pendidikan itu berlangsung bersamaan dengan gangguan pelayanan kesehatan di Ruteng.

Manggarai Timur menghadapi persoalan tambahan berupa listrik padam dan jaringan internet yang terputus di beberapa lokasi. Gangguan tersebut ikut memengaruhi fasilitas puskesmas ketika kebutuhan layanan warga meningkat.

Laporan dari wilayah itu juga menyebut adanya warga yang tertindih bangunan. Di saat yang sama, material tanah longsor menutup sejumlah akses jalan dan menyulitkan mobilitas.

Kegiatan Pemerintahan Ditunda

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengeluarkan surat edaran untuk menunda upacara serta membatalkan sementara misa kenegaraan. Keputusan itu diterapkan karena situasi pascagempa belum stabil.

Gangguan komunikasi, akses jalan tertutup, dan kerusakan fasilitas publik menjadi hambatan dalam penanganan dampak gempa. Pendataan korban dan kerusakan terus berlangsung di lima kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga