Nasabah myBCA kini dapat membeli dan menjual emas dalam bentuk saldo digital tanpa berpindah aplikasi. Namun, saldo tersebut belum dapat langsung dicetak atau ditarik menjadi emas fisik pada tahap awal layanan.
BCA menyiapkan opsi penarikan fisik sebagai pengembangan berikutnya melalui kantor Pegadaian. Rencana itu menjadi bagian dari kerja sama BCA dengan PT Pegadaian (Persero) dalam menghadirkan transaksi emas digital.
Opsi Fisik Belum Dibuka Saat Peluncuran
Direktur BCA Santoso Liem menyebut nasabah nantinya dapat mengambil emas fisik melalui jaringan Pegadaian. Meski demikian, fasilitas itu belum tersedia ketika Tabungan Emas myBCA mulai beroperasi.
“Nanti suatu saat kalau pengen mau ambil fisik, bisa diambil di Pegadaian. Kami akan tambahkan itu,” ujar Santoso. Untuk saat ini, aktivitas nasabah masih terbatas pada pembelian dan penjualan saldo emas secara digital.
| Tahap Layanan | Jenis Transaksi | Saluran Akses |
|---|---|---|
| Tahap awal | Beli dan jual saldo emas digital | Aplikasi myBCA |
| Tahap berikutnya | Cetak atau tarik emas fisik | Kantor Pegadaian |
Fitur tersebut diluncurkan pada Jumat, 14 Agustus 2026. BCA memposisikannya sebagai pilihan bagi nasabah ritel yang ingin menyisihkan sebagian pendapatan untuk emas secara rutin.
Pola investasi yang diperkenalkan tidak berfokus pada pembelian besar dalam satu waktu. Santoso menggambarkan penggunaan layanan ini melalui kebiasaan membeli emas setiap kali menerima gaji.
“Misalkan pas gajian, disisihkan, beli emas. Nanti beli emas lagi,” kata Santoso. Pendekatan itu dipakai untuk mengenalkan investasi emas secara bertahap kepada segmen ritel.
Ribuan Nasabah Mulai Mencoba
Walaupun belum diumumkan secara luas, layanan baru ini telah mencatat sekitar 5.000 hingga 6.000 kunjungan sejak dibuka. Tingginya kunjungan tersebut memperlihatkan adanya minat awal nasabah untuk mencoba transaksi emas digital.
“Padahal kami belum mengumumkan. Kemarin baru dibuka, sudah ada 5.000-6.000 hit. Orang berusaha coba-coba,” ujar Santoso. BCA belum mematok target bisnis yang tinggi pada tahun pertama operasional layanan tersebut.
Manajemen memilih langkah realistis karena edukasi terhadap produk investasi digital masih diperlukan. Santoso mengatakan target yang tinggi tetap harus disesuaikan dengan kesiapan dan pemahaman nasabah.
“Kalau ditanya target selalu setinggi langit, tetapi kami akan realistis saja,” katanya. BCA menempatkan pengenalan layanan dan pembiasaan investasi sebagai fokus awal.
Potensi Ekosistem Emas Domestik
Emas masih dipandang luas sebagai aset pelindung nilai oleh masyarakat. Santoso menilai posisi Indonesia sebagai produsen sekaligus konsumen emas membuka peluang besar bagi pengembangan perdagangan emas dalam negeri.
Menurut dia, ekosistem bullion perlu diperkuat agar alur perdagangan emas domestik lebih terintegrasi. Pengembangan Tabungan Emas myBCA menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas pilihan transaksi emas digital.
“Kita produksi emas, tapi tidak tahu ke mana aliran emasnya, perdagangannya emas seperti apa,” ujar Santoso saat peluncuran. Ia menilai potensi emas Indonesia berada pada sisi produksi maupun konsumsi.






