Pasar logam mulia bergerak menguat ketika investor menanti sinyal baru dari The Fed. Emas spot ditutup naik 0,92 persen ke US$ 4.416,75 per ons troi pada perdagangan Senin (17/8/2026).
Penguatan itu terjadi di tengah perubahan ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga Amerika Serikat. Dolar AS yang melemah juga membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Ekspektasi Suku Bunga Bergeser
Ekspektasi pasar terhadap lonjakan suku bunga The Fed pada September turun signifikan menjadi 33 persen. Angka tersebut mengacu pada CME FedWatch Tool yang digunakan pelaku pasar untuk memantau proyeksi kebijakan suku bunga.
Perubahan proyeksi itu mendukung minat terhadap emas pada awal pekan. Investor menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai pertimbangan bank sentral AS terhadap inflasi dan kondisi ekonomi.
Risalah rapat The Fed untuk periode Juli dijadwalkan keluar pada Rabu (19/8/2026). Dokumen tersebut akan dicermati untuk membaca kemungkinan arah kebijakan moneter selanjutnya.
Pasar Tenaga Kerja Menjadi Sorotan
Investor Daily mencatat bahwa pelaku pasar memberi perhatian pada kondisi ekonomi AS yang ditandai melesunya pasar tenaga kerja. Dinamika ini ikut mengubah kalkulasi terhadap langkah bank sentral berikutnya.
Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, menyatakan pasar mulai memasukkan risiko ekonomi tersebut dalam pembentukan harga emas. Penilaian itu berkaitan dengan pelemahan tenaga kerja AS dan respons The Fed terhadap inflasi.
“Pasar emas tampaknya mulai memperhitungkan kondisi stagflasi, seiring melemahnya pasar tenaga kerja AS dan ekspektasi bahwa The Fed akan menoleransi tingkat inflasi saat ini,” kata Bart Melek.
Risiko stagflasi menjadi salah satu konteks yang diperhatikan pasar dalam perdagangan emas. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menambah daya tarik emas sebagai aset aman.
Dolar Mendekati Level Psikologis 100
Indeks dolar AS turun hingga mendekati level psikologis 100 pada perdagangan yang sama. Pelemahan ini menjadi pendorong utama kenaikan harga emas global.
Emas diperdagangkan dalam dolar AS sehingga pelemahan mata uang tersebut memberi keuntungan relatif bagi pembeli di luar Amerika Serikat. Kondisi itu dapat memperkuat permintaan terhadap logam mulia.
Kontrak emas berjangka AS pengiriman Desember ikut naik 0,81 persen menjadi US$ 4.473,3 per ons troi. Kenaikan kontrak berjangka memperlihatkan sentimen positif juga muncul pada perdagangan emas untuk pengiriman mendatang.
Perak Mencatat Kenaikan Tertinggi
Pergerakan positif tidak terbatas pada emas. Perak, platinum, dan paladium juga menguat pada perdagangan Senin.
| Komoditas | Perubahan | Harga per ons |
|---|---|---|
| Emas spot | Naik 0,92% | US$ 4.416,75 |
| Emas berjangka Desember | Naik 0,81% | US$ 4.473,3 |
| Perak | Naik 1,67% | US$ 65,78 |
| Platinum | Naik 1,38% | US$ 1.773,25 |
| Paladium | Naik 0,8% | US$ 1.328,75 |
Perak menjadi komoditas dengan penguatan terbesar, yakni 1,67 persen ke US$ 65,78 per ons. Platinum naik 1,38 persen ke US$ 1.773,25 dan paladium bertambah 0,8 persen menjadi US$ 1.328,75 per ons.
Emas spot yang bertahan di dekat US$ 4.417 kini bergerak dalam bayang-bayang perkembangan dolar AS dan kebijakan The Fed. Rilis risalah rapat bank sentral akan menjadi salah satu informasi yang diperhatikan pasar berikutnya.






