Saat Saham AS Melemah, Bitcoin Naik ke US$64.418 di Tengah Konflik Iran

Bitcoin bergerak berlawanan dengan saham Amerika Serikat ketika ketegangan geopolitik kembali membayangi pasar global. Aset kripto terbesar itu naik ke US$64.418, sementara Indeks S&P 500 turun 0,5% dari rekor tertingginya.

Data CoinMarketCap pada pukul 07.30 WIB, Selasa 18 Agustus 2026, menunjukkan harga Bitcoin menguat 2,7%. Nilai satu koin saat itu sekitar Rp1,14 miliar.

Kontras pergerakan tersebut muncul saat konflik AS-Iran dan kondisi di Selat Hormuz menjadi perhatian setelah kesepakatan gencatan senjata berakhir. Ketidakpastian global juga mendorong harga emas melampaui US$4.427 per ons troi.

Pasar kripto ikut menguat

Penguatan tidak hanya terlihat pada Bitcoin. Ethereum naik 2,03% menjadi US$1.910, sedangkan Binance Coin bertambah 0,68% ke US$605.

Investor Daily melaporkan kapitalisasi pasar kripto global meningkat 1,76% dalam 24 jam menjadi US$2,2 triliun. Kenaikan tersebut memperlihatkan minat pasar menyebar ke sejumlah aset digital utama.

AsetHargaPerubahan 24 Jam
BitcoinUS$64.418Naik 2,7%
EthereumUS$1.910Naik 2,03%
Binance CoinUS$605Naik 0,68%

Meski demikian, Bitcoin tetap menjadi pusat perhatian karena bergerak dekat batas bawah rentang perdagangan terbarunya. QCP Capital menilai aset ini masih dapat bertahan di area tersebut tanpa mengalami penurunan tajam.

Sebelumnya, pasar mengkhawatirkan koreksi menuju US$61.000 dapat memicu pelepasan posisi dalam skala besar. Hingga saat ini, kekhawatiran itu belum terlihat pada data likuidasi.

Likuidasi terbatas, spekulasi tetap tinggi

CoinGlass mencatat total likuidasi di pasar kripto sekitar US$180 juta selama 24 jam. Nilai tersebut masih tergolong terbatas dibandingkan tekanan yang sempat dikhawatirkan jika Bitcoin turun lebih jauh.

Di sisi lain, pasar futures menunjukkan tingkat spekulasi yang tinggi. Volume perdagangan futures Bitcoin di Binance hampir delapan kali lebih besar daripada volume di pasar spot.

CryptoQuant mencatat funding rate Bitcoin berada di level 0,022 pada 14 Agustus. Level tertinggi dalam 20 bulan itu menunjukkan posisi long mendominasi perdagangan derivatif.

Dominasi posisi beli menempatkan pergerakan harga berikutnya dalam sorotan lebih besar. Penguatan dapat mempertahankan optimisme pasar, tetapi perubahan arah berpotensi memengaruhi banyak posisi yang telah dibuka trader.

Emas masih menarik dana perlindungan

Arus ke aset lindung nilai belum berhenti meski pasar kripto menguat. ByteTree mencatat dana masuk ke ETF berbasis emas hampir US$12 miliar dalam 30 hari hingga 13 Agustus.

Data tersebut menunjukkan investor masih mencari perlindungan di tengah situasi global yang tidak pasti. Bitcoin berada di atas US$64.000, tetapi konflik Iran, tekanan saham AS, dan dominasi futures tetap menjadi faktor utama yang akan menentukan pergerakan selanjutnya.

Baca Juga