Saat Gempa NTT Terjadi, Dana Darurat BNPB Rp5 Triliun Sudah Disiapkan Pemerintah

Penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 di pesisir Flores akan mengandalkan dana siap pakai yang dikelola BNPB pada tahap awal. Pemerintah menyiapkan cadangan sebesar Rp5 triliun agar kebutuhan tanggap darurat dapat segera dibiayai.

Dana tersebut berstatus siap digunakan kapan saja saat terjadi bencana. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan cadangan itu masih dinilai mencukupi untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.

“Jadi memang dana on call untuk setiap penanganan bencana sudah stand by,” kata Purbaya. Dana siaga itu menjadi pembiayaan awal sebelum penanganan memasuki kebutuhan pemulihan yang lebih luas.

Gempa di kawasan pesisir Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi konteks penggunaan cadangan tersebut. Pemerintah menempatkan BNPB sebagai pintu awal pendanaan untuk kebutuhan penanganan bencana di lapangan.

Cadangan awal untuk masa tanggap darurat

Purbaya menyebut sebagian dana siap pakai mungkin telah digunakan sebelumnya, tetapi nilainya masih tersedia dalam jumlah yang cukup. Pemerintah akan menggunakan dana BNPB terlebih dahulu untuk merespons kebutuhan awal setelah bencana.

“Untuk pertama kan biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp5 triliun kalau nggak salah ya. Mungkin sebagian terpakai tetapi masih cukup,” ujarnya.

Fokus penggunaan dana darurat adalah kebutuhan operasional selama masa tanggap darurat di daerah terdampak. Skema ini dirancang agar pembiayaan awal tidak tertunda ketika kebutuhan penanganan harus segera dilakukan.

TahapanSumber PembiayaanTujuan Utama
Tanggap daruratDana siap pakai BNPBMendukung penanganan awal di daerah terdampak
RekonstruksiKoordinasi dengan kementerian dan lembagaMembiayai kebutuhan di luar anggaran BNPB

Penambahan anggaran jika kebutuhan meningkat

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme pengisian kembali dana BNPB apabila cadangan yang ada tidak mencukupi. Purbaya menyatakan penambahan dapat dilakukan langsung ketika kebutuhan penanganan bencana bertambah.

“Biasanya kalau kurang kita isi langsung itu dana BNPB,” kata Purbaya. Dengan pola tersebut, pembiayaan tidak berhenti pada nilai cadangan awal yang telah disiapkan pemerintah.

Setelah fase darurat, kebutuhan pemulihan akan ditangani melalui skema yang berbeda. Fasilitas umum yang tidak masuk dalam anggaran BNPB akan dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait.

Purbaya menjelaskan rekonstruksi akan dijalankan setelah pembiayaan dari BNPB digunakan sesuai kebutuhan awal. “Kalau untuk bencana kan nanti dari BNPB dulu, nanti kalau kurang baru kita rekonstruksi,” katanya.

Investor Daily pada Senin (17/8/2026) melaporkan anggaran awal itu disiapkan untuk merespons dampak gempa di pesisir Flores. Koordinasi pemerintah pusat dengan instansi terkait akan menentukan kebutuhan pembiayaan pada tahap pemulihan berikutnya.

Baca Juga