Bukan Cuma Atlet, 4 Faktor Ini Bisa Menaikkan Risiko Cedera ACL

Salah memilih sepatu olahraga dapat menjadi faktor yang kerap luput diperhatikan dalam risiko Cedera ACL. Sepatu yang tidak sesuai dengan karakter lapangan dapat membuat lutut menerima tekanan yang tidak semestinya saat bergerak.

Risiko masalah pada ligamen lutut ini juga tidak terbatas pada atlet. Orang yang kurang bugar, memiliki otot kaki lemah, atau melewatkan pemanasan perlu memberi perhatian lebih sebelum melakukan aktivitas fisik.

Sepatu Harus Sesuai dengan Medan Olahraga

Setiap sepatu olahraga dirancang untuk kebutuhan dan permukaan tertentu. Karena itu, penggunaan sepatu indoor untuk bermain sepak bola di rumput dapat meningkatkan potensi cedera.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Christian Silas, Sp.OT, (K) AIFO-K, juga mengingatkan perbedaan kebutuhan antara rumput asli dan sintetis. “Kalau orang yang main bola pakai sepatu indoor untuk main di rumput, atau sepatunya didesain untuk olahraga di rumput asli bukan sintetis, maka potensi cedera akan ada,” jelasnya.

Faktor RisikoAlasan Perlu Diwaspadai
Olahraga high impactMemuat gerakan cepat, lompatan, dan perubahan arah.
Otot kaki kurang kuatKontrol gerakan serta tumpuan tubuh dapat terganggu.
Tanpa pemanasanPersiapan tubuh menghadapi aktivitas berat belum memadai.
Sepatu tidak sesuaiJenis sepatu tidak cocok dengan aktivitas atau lapangan.

4 Faktor yang Berkaitan dengan Risiko Cedera ACL

1. Olahraga High Impact

Aktivitas dengan lompatan dan perpindahan arah cepat membuat lutut bekerja lebih keras. Cedera dapat terjadi saat lutut diputar mendadak, ketika pendaratan tidak tepat, saat berlari cepat lalu berhenti, atau akibat benturan.

Riwayat cedera lutut sebelumnya juga perlu menjadi pertimbangan saat kembali aktif berolahraga. Kelompok ini memerlukan kewaspadaan lebih ketika menghadapi gerakan yang memberi beban besar pada lutut.

2. Kekuatan Otot Kaki yang Kurang

Kekuatan Otot Kaki membantu menopang tubuh sekaligus menjaga kontrol saat bergerak. Otot yang kurang kuat dapat membuat stabilitas tubuh tidak bekerja seoptimal kondisi fisik yang lebih siap.

Menurut dr. Silas, kebugaran yang rendah turut meningkatkan risiko Cedera ACL. Berlari, melompat, dan berganti arah membutuhkan kemampuan tubuh untuk mengendalikan gerak secara baik.

3. Tidak Melakukan Pemanasan

Pemanasan Sebelum Olahraga bukan sekadar rutinitas, melainkan persiapan tubuh menghadapi aktivitas fisik. Risiko cedera dapat meningkat apabila seseorang langsung melakukan aktivitas berat tanpa kesiapan yang cukup.

“Lalu, jika seseorang kurang pemanasan sebelum olahraga, maka risiko terjadinya cedera ACL juga meningkat,” kata dr. Silas. Keperluan pemanasan semakin penting sebelum olahraga yang memadukan kecepatan, lompatan, dan perubahan arah.

4. Sepatu yang Tidak Sesuai

Pemilihan sepatu perlu mempertimbangkan jenis olahraga dan permukaan tempat aktivitas dilakukan. Ketidaksesuaian perlengkapan dapat menjadi salah satu unsur yang menambah tekanan pada lutut.

Cedera ACL dapat mengenai siapa saja, terutama mereka yang melakukan olahraga high impact atau pernah mengalami cedera lutut. Kesiapan fisik dan penggunaan perlengkapan yang tepat perlu diperhatikan sebelum memulai aktivitas.

Baca Juga