Menjelang 17 Agustus, Truk di Surabaya Tanpa Bendera akibat Keluhan di Jalan

Menjelang peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2026, sejumlah truk barang di Surabaya tidak lagi memasang atribut Merah Putih. Pemandangan itu terlihat di Jalan Merr pada Sabtu, 15 Agustus 2026, ketika hiasan kemerdekaan biasanya telah menghiasi kendaraan sejak awal bulan.

Tidak adanya bendera pada sejumlah truk dikaitkan dengan rasa kecewa sebagian pengemudi terhadap kondisi kerja di jalan. Keluhan yang disampaikan mencakup pungutan liar, diskriminasi perlakuan, dan kriminalitas yang menyasar angkutan barang.

Bukan Instruksi Organisasi

Koordinator GSJT Supriyono menyebut keputusan tersebut tidak berasal dari gerakan yang disusun bersama. Menurut dia, setiap pengemudi mengambil pilihan sendiri atas situasi yang mereka hadapi.

“Bukan gerakan sih, hanya kesadaran saja dari mereka sendiri,” ujar Supriyono. Ia tidak menyebut adanya instruksi kolektif yang mengarahkan sopir untuk tidak memasang bendera Merah Putih.

Pernyataan itu menempatkan fenomena di jalan sebagai ekspresi individual, bukan aksi terpusat. Meski demikian, alasan yang dikemukakan para pengemudi menunjukkan adanya persoalan yang dinilai terus berulang dalam aktivitas angkutan logistik.

Pungli dan Kejahatan Jadi Sorotan

Supriyono menilai masalah yang dihadapi pengemudi belum hilang dari perjalanan distribusi barang. Ia menyebut kendaraan logistik masih menghadapi risiko pungli, perlakuan diskriminatif, dan tindak kejahatan.

“Masih ada pungli, masih ada diskriminasi perlakuan di jalan. Masih banyak tindak kriminalitas yang menyasar truk logistik,” katanya.

Keluhan itu penting karena kendaraan barang menjadi bagian dari rantai distribusi sehari-hari. Gangguan di lapangan dapat langsung memengaruhi pengemudi yang menjalankan perjalanan membawa muatan.

Fenomena tanpa atribut kemerdekaan pada tahun ini bukan kali pertama disebut terjadi. Supriyono mengatakan bentuk protes serupa pernah terlihat saat peringatan HUT RI pada tahun sebelumnya.

Pada saat itu, sejumlah pengemudi disebut memilih memasang bendera One Piece alih-alih Merah Putih. “Tahun kemarin kan juga begitu, mending pasang One Piece daripada bendera merah putih,” ucapnya.

Perayaan Warga Berjalan di Lingkungan Permukiman

Di tengah keluhan dari sebagian sopir truk, kegiatan menyambut kemerdekaan tetap berlangsung di beberapa kawasan Surabaya. Tower E Rusunawa Sumur Welut mengadakan lomba sederhana untuk anak-anak dan ibu-ibu pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Ketua PKK Tower E, Astri, menyampaikan bahwa kegiatan itu menekankan kebersamaan warga. “Semua menyenangkan walaupun entah menang entah kalah yang penting kita saling bersama,” katanya.

Warga Tower E mengikuti rangkaian perlombaan yang telah dimulai beberapa minggu sebelumnya. Doorprize dari Mama Inga nomor 213 berupa beras, minyak, dan gula juga mendukung pelaksanaan acara.

Ketentuan Upacara dari Pemerintah

Pemerintah menerbitkan pedoman pelaksanaan upacara kemerdekaan pada 17 Agustus 2026 melalui Kementerian Sekretariat Negara dan Kemendikdasmen. Surat Kementerian Sekretariat Negara tercatat bernomor B-13/M/S/TU.00.03/08/2026.

PelaksanaanWaktuRincian
Upacara Kemendikdasmen07.30 waktu setempatDiselenggarakan secara luring
Pengibaran di Halaman Istana Merdeka10.17–10.20 waktu setempatMasyarakat diimbau berdiri tegap saat Indonesia Raya

Upacara di lingkungan Kemendikdasmen setidaknya memuat pengibaran bendera, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta naskah Proklamasi. Imbauan berdiri tegap juga berlaku ketika bendera dikibarkan di Halaman Istana Merdeka.

Baca Juga