Indonesia mengawali hari kedua Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan empat wakil yang mengejar babak 32 besar. Tiga di antaranya merupakan pasangan ganda campuran yang untuk pertama kali tampil di ajang Kejuaraan Dunia.
Perhatian juga tertuju kepada Jonatan Christie, unggulan ketiga tunggal putra Indonesia. Ia membawa misi berbeda, yakni mengakhiri penantian medali setelah tiga kali langkahnya berhenti di perempat final.
Debut Ganda Campuran dalam Tiga Laga
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi duet pertama yang bertanding pada sektor ganda campuran. Mereka dijadwalkan berhadapan dengan Wong Tien Ci/Liem Chiew Sien dari Malaysia.
Penampilan tersebut menjadi debut Rehan dan Gloria sebagai pasangan di Kejuaraan Dunia. Kemenangan pada laga pembuka akan mengantar mereka ke babak 32 besar.
Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran juga memulai pengalaman pertama mereka di turnamen ini. Lawan yang menanti adalah Julien Maio/Lea Palermo dari Prancis.
Marwan Faza/Aisyah Salsabila Pranata melengkapi daftar tiga pasangan debutan Indonesia. Mereka akan menghadapi pasangan Serbia, Mihajlo Tomic/Andjela Vitman.
| Pasangan Indonesia | Lawan | Waktu | Lapangan |
|---|---|---|---|
| Rehan/Gloria | Wong/Liem | 11.20 WIB | 2 |
| Bimo/Arlya | Maio/Palermo | 15.40 WIB | 4 |
| Marwan/Aisyah | Tomic/Vitman | 17.10 WIB | 2 |
Jonatan Hadapi Kicklitz pada Laga Pembuka
Jonatan dijadwalkan bermain lebih awal di Lapangan 1 Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India. Ia akan menghadapi Matthias Kicklitz dari Jerman pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 10.30 WIB.
Pertandingan babak 64 besar itu menjadi pintu awal bagi Jonatan untuk memperbaiki rekam jejaknya di Kejuaraan Dunia. Ia telah tampil pada lima edisi, yaitu 2018, 2019, 2022, 2023, dan 2025.
Pengalaman tersebut belum menghasilkan medali bagi pemain berusia 28 tahun itu. Jonatan mencapai perempat final pada 2019, 2022, dan 2025, tetapi tidak pernah melangkah ke semifinal.
Penantian Medali yang Belum Berakhir
Perjalanan terakhir Jonatan di Kejuaraan Dunia berakhir pada perempat final edisi 2025. Ia dikalahkan Kunlavut Vitidsarn, juara bertahan asal Thailand, dalam tiga gim.
Jonatan sempat merebut gim kedua, tetapi akhirnya kalah 14-21, 21-18, 8-21. Catatan itu membuat laga kontra Kicklitz menjadi awal penting untuk membuka peluang baru.
Menurut VIVA, empat wakil Indonesia yang bertanding pada hari kedua sama-sama menargetkan tiket ke babak 32 besar. Bagi tiga pasangan ganda campuran, pertandingan pembuka juga menjadi kesempatan membangun pijakan dalam debut mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Jonatan dan tiga pasangan ganda campuran tersebut menjalani laga pada rangkaian waktu yang berbeda. Hasil dari pertandingan pertama akan menentukan kelanjutan langkah Indonesia di New Delhi.






