Rasa gugup pada awal pertandingan tidak menghalangi Timnas Putri Indonesia U-16 mencatat kemenangan besar. Garuda Pertiwi menundukkan Arab Saudi dengan skor 7-0 pada laga Grup A Srikandi Merdeka Cup.
Pertandingan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026) malam WIB. Kemenangan itu menjadi pembuka yang kuat bagi Indonesia dalam turnamen tersebut.
Pelatih kepala Timo Scheunemann menyebut kemampuan pemain Indonesia sebenarnya berada di atas lawannya. Namun, ia melihat ketegangan membuat permainan ofensif tim belum keluar sepenuhnya pada babak pertama.
“Kalau dari segi kemampuan mereka sebenarnya di atas itu. Tentu saja babak pertama karena tegang ya, masih belum keluar,” kata Timo Scheunemann.
Indonesia tetap mampu menjaga permainan ketika serangan belum berjalan maksimal. Timo memberi apresiasi khusus kepada para pemain karena pertahanan tim tetap disiplin dan taktis.
Ia menilai penampilan menyerang Indonesia baru lebih terlihat setelah memasuki babak kedua. Perbaikan itu kemudian menghasilkan tambahan gol yang membawa Indonesia menutup pertandingan dengan keunggulan tujuh gol tanpa balas.
Jazlyn Mencetak Dua Gol
Jazlyn menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang mencetak dua gol dalam laga pembuka tersebut. Gol lainnya dicetak oleh Keysa Arabela Manisya, Nafeeza Ayasha Nori, Shifana Rizka Nadhifa, dan Fadilla.
Satu gol tambahan Indonesia berasal dari gol bunuh diri Dima Ahmed Hegaz. Berikut rincian kontribusi gol dalam kemenangan Indonesia atas Arab Saudi.
| Pemain | Jumlah gol |
|---|---|
| Keysa Arabela Manisya | 1 |
| Nafeeza Ayasha Nori | 1 |
| Jazlyn | 2 |
| Shifana Rizka Nadhifa | 1 |
| Fadilla | 1 |
| Dima Ahmed Hegaz | 1 gol bunuh diri |
Menurut laporan Detik Sport, keunggulan kemampuan Indonesia makin tampak pada babak kedua. Momentum tersebut memperlihatkan efektivitas serangan Garuda Pertiwi setelah melewati fase awal yang tegang.
Standar Pertandingan dengan VAR
Penyelenggara Srikandi Merdeka Cup menerapkan teknologi video assistant referee atau VAR dalam pertandingan ini. Kehadiran VAR ditujukan untuk menjaga standar kualitas sekaligus keadilan kompetisi sepak bola putri.
Direktur Program Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono menyebut dukungan publik terhadap pertandingan di Kudus cukup tinggi. Kapasitas Supersoccer Arena terisi, sementara pertandingan juga disaksikan melalui siaran daring.
“Antusiasme penonton sangat tinggi, baik yang telah memenuhi kapasitas Supersoccer Arena maupun yang melihat pertandingan secara online. Jadi ini merupakan dukungan positif dari masyarakat kepada sepak bola putri,” ujar Teddy Tjahjono.
Teddy berharap tren dukungan tersebut terus tumbuh sejalan dengan peningkatan penyelenggaraan turnamen. Penggunaan VAR menjadi salah satu fasilitas yang ingin terus dimaksimalkan demi perkembangan sepak bola putri Indonesia.
Tokoh Olahraga Hadir di Kudus
Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga menyaksikan laga pembuka tersebut, termasuk Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali. Sekjen PSSI Yunus Nusi, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Yoppy Rosimin juga hadir.
Ketua Asosiasi Sepakbola Wanita Indonesia sekaligus Exco PSSI Vivin Cahyani Sungkono menilai persiapan turnamen dilakukan dengan sangat baik. Ia secara khusus mengapresiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation atas pelaksanaan pembukaannya.
“Apresiasi luar biasa kami berikan kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah mempersiapkan turnamen ini dengan detail dan sangat baik. Bahkan di Piala AFF atau Piala AFC saja belum ada pembukaan yang semegah ini,” kata Vivin.
Hasil 7-0 memberi Indonesia pijakan awal yang meyakinkan di Grup A. Tantangan berikutnya bagi tim adalah menjaga disiplin yang dipuji pelatih sembari mempertahankan ketajaman serangan sejak awal laga.






