Sempat Terganjal Aturan FIFA, Brian Madjo Langsung Cetak Rekor saat Aston Villa Lawan PSG

Jalan Brian Madjo menuju tim utama Aston Villa sempat tertutup oleh aturan transfer internasional FIFA. Setelah CAS mengabulkan banding klub, penyerang 17 tahun itu langsung membalas kesempatan tersebut dengan gol bersejarah ke gawang PSG.

Madjo menjadi pencetak gol termuda di Piala Super Eropa ketika menyamakan kedudukan dalam laga di Red Bull Arena, Salzburg. Aston Villa tetap kalah 1-2, tetapi penampilannya memberi Unai Emery pilihan baru untuk lini depan musim mendatang.

Perkara Kepindahan dari Metz

Aston Villa mendatangkan Madjo dari klub Prancis, Metz, pada Januari saat sang pemain berulang tahun ke-17. FIFA kemudian mengategorikan perpindahan itu sebagai transfer internasional yang hanya bisa dilakukan ketika pemain telah berusia 18 tahun.

Status Madjo menjadi lebih kompleks karena ia pernah membela tim senior Luksemburg, negara tempat ia tumbuh besar. Di sisi lain, Aston Villa menganggapnya pemain lokal setelah ia mencatat sembilan penampilan untuk tim nasional U-17 Inggris.

Banding Aston Villa akhirnya dikabulkan CAS pada pekan sebelum pertandingan melawan PSG. Putusan itu membuat Madjo dapat melakoni laga kompetitif pertamanya bersama skuad utama.

AspekDetail
KompetisiPiala Super Eropa 2026
StadionRed Bull Arena, Salzburg
SkorPSG 2-1 Aston Villa
Gol Aston VillaBrian Madjo

Kepercayaan Emery pada Pemain Muda

Emery tidak menunggu lama untuk memberi peran utama kepada Madjo. Pelatih Aston Villa itu langsung memasangnya sebagai starter, menyusul empat gol yang dibuat sang penyerang selama pramusim.

Ujian pertamanya sangat berat karena PSG datang sebagai pemenang Liga Champions dalam dua musim beruntun. Tim Prancis itu memimpin pada menit ke-20 lewat Khvicha Kvaratskhelia setelah Madjo kehilangan bola di luar kotak penalti Villa.

Madjo tidak berhenti mencari kesempatan setelah melakukan kesalahan tersebut. Sundulannya dari umpan John McGinn melambung, sedangkan tembakan keras yang dilepaskannya belum menemukan target.

Kesempatan berikutnya datang menjelang turun minum melalui umpan lambung McGinn ke tiang belakang. Madjo mengalahkan Willian Pacho dalam duel bola udara, lalu mengarahkan voli bagian luar kaki ke sudut atas gawang PSG.

Gol itu memperlihatkan salah satu modal utamanya sebagai penyerang dengan tinggi enam kaki empat inci. Kemampuan fisik serta karakternya di lapangan membuat Madjo beberapa kali dibandingkan dengan Romelu Lukaku dan Emile Heskey.

Pengakuan dari McGinn

McGinn menilai Madjo memperlihatkan ketenangan yang tidak mudah dimiliki pemain seusianya. Kapten Aston Villa itu menekankan bahwa penyerang yang baik tetap berusaha hadir di posisi berbahaya setelah melewatkan peluang.

“Dia benar-benar fantastis,” ujar McGinn kepada Reuters. “Akan sangat mudah baginya untuk patah semangat setelah peluang yang terbuang, tetapi striker yang bagus terus menempatkan diri mereka pada posisi yang baik.”

Pada babak kedua, Madjo hampir mengubah perannya menjadi pemberi assist saat mengirim umpan matang kepada McGinn setelah berlari melintasi separuh lapangan. Matvey Safonov menepis tembakan tersebut, sebelum Desire Doue memastikan kemenangan PSG tak lama setelah menit ke-60.

Madjo kemudian digantikan Tammy Abraham, sementara Emery juga memberi perhatian kepada gelandang 19 tahun George Hemmings. Emery menyebut para pemain muda itu telah menunjukkan kemauan bekerja keras, meski masih banyak proses yang harus dilalui untuk bersaing di level tertinggi.

Baca Juga