Tijjani Reijnders berpeluang meninggalkan Manchester City setelah baru satu musim membela klub tersebut. Al-Qadsiah disebut bersedia mengajukan dana sekitar 60 juta euro, atau kurang lebih Rp1 triliun, untuk sang gelandang.
Nominal itu lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan Manchester City ketika merekrut Reijnders dari AC Milan. Pada musim panas 2025, City dilaporkan mendatangkan pemain berusia 28 tahun tersebut dengan nilai sekitar 55 juta euro.
Potensi kepindahan itu menimbulkan perhatian karena Reijnders masih terikat kontrak jangka panjang. Masa kontraknya bersama Manchester City disebut baru akan berakhir pada pertengahan 2030.
Al-Qadsiah Disebut Paling Maju
Menurut Fabrizio Romano yang dikutip Suara.com, Al-Qadsiah dan Manchester City sedang menjalani negosiasi lanjutan. Kedua pihak dikabarkan semakin dekat untuk mencapai kesepakatan transfer.
Belum ada kepastian mengenai hasil akhir pembicaraan tersebut. Namun, Al-Qadsiah disebut berada di posisi terdepan dibanding klub lain yang juga memantau Reijnders.
| Pihak | Perkembangan Terkini | Posisi dalam Perburuan |
|---|---|---|
| Al-Qadsiah | Negosiasi lanjutan dengan Manchester City | Disebut paling depan |
| Nottingham Forest | Memantau perkembangan negosiasi | Masih mengawasi peluang |
Tawaran sekitar 60 juta euro menjadi angka yang muncul dalam pembicaraan. Jika nilai itu disepakati, Manchester City akan memperoleh pemasukan melebihi biaya saat membawa Reijnders dari AC Milan.
Meski demikian, nilai tawaran bukan satu-satunya faktor dalam proses transfer. Manchester City masih memiliki kendali karena Reijnders terikat kontrak panjang di Etihad Stadium.
Nottingham Forest Belum Menutup Peluang
Nottingham Forest turut dikaitkan dengan pemain keturunan Indonesia tersebut. Klub Premier League itu disebut terus mengikuti perkembangan negosiasi antara Manchester City dan Al-Qadsiah.
Ketertarikan Nottingham Forest membuat persaingan belum selesai sepenuhnya. Akan tetapi, belum ada informasi bahwa klub tersebut telah menyamai langkah Al-Qadsiah dalam pembicaraan dengan Manchester City.
Reijnders memiliki rekam jejak kuat sebelum pindah ke Inggris. Ia menjadi salah satu sosok penting di lini tengah AC Milan, sebuah peran yang ikut mengangkat daya tariknya di bursa transfer.
Masa Depan Masih Bergantung Negosiasi
Pemain berusia 28 tahun itu kini berada dalam situasi yang tidak biasa karena peluang pindah datang tak lama setelah kedatangannya di Manchester City. Kepindahan tersebut akan menjadi kejutan mengingat durasi kontrak yang masih sangat panjang.
Di Indonesia, kabar ini juga menarik perhatian karena Tijjani merupakan kakak dari Eliano Reijnders. Keterkaitan keluarga tersebut membuat perkembangan kariernya terus diperhatikan.
Al-Qadsiah tetap menjadi klub yang paling dekat dengan Reijnders berdasarkan perkembangan yang tersedia. Manchester City, Al-Qadsiah, dan pihak pemain masih menentukan arah akhir dari transfer bernilai besar tersebut.






