Tekel yang Tak Berujung Merah, Halmstad Gagal Hentikan Häcken 1-0

Halmstads BK pulang tanpa poin setelah kalah 0-1 dari BK Häcken, tetapi perhatian besar tertuju pada tekel Harun Ibrahim terhadap Rami Kaib. Kubu Halmstad menilai pelanggaran itu seharusnya membuat Ibrahim menerima kartu kuning kedua dan meninggalkan lapangan lebih awal.

Ibrahim telah mengantongi kartu kuning pada menit ke-23 karena menjatuhkan Kaib. Satu menit kemudian, ia kembali melakukan tekel sliding kepada pemain yang sama, namun wasit Adi Aganovic tidak mengeluarkan kartu tambahan.

Kaib secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan tersebut. Dalam siaran TV4 ketika jeda pertandingan, ia mengatakan, “Seharusnya itu kartu merah.”

Stuart Baxter juga mempertanyakan penilaian wasit atas situasi itu. Pelatih Halmstad tersebut menyebut Kaib berada dekat pertahanan lawan dan situasinya pantas dianggap sebagai ancaman serangan yang menjanjikan.

“Saya pikir itu kartu kuning kedua. Penjelasan yang saya terima adalah itu bukan ancaman serangan yang menjanjikan, tapi saya tidak setuju,” ujar Baxter. Penjelasan itu tidak mengubah pandangan tim tamu mengenai dampak keputusan tersebut.

Di sisi lain, Ibrahim menegaskan bahwa ia tidak melihat tekel itu sebagai pelanggaran. Ia merasa lebih dahulu menguasai bola dan berhasil menahan pergerakan Kaib.

“Saya bahkan merasa itu bukan pelanggaran sama sekali,” kata Ibrahim. “Jika saya tidak menjatuhkannya, saya pasti akan lebih dulu menguasai bola.”

Pemain Häcken itu akhirnya tetap tidak menyelesaikan pertandingan. Ia meninggalkan lapangan pada menit ke-33 setelah mengalami cedera di bagian belakang tubuhnya.

Gol Lindberg Membawa Häcken Naik

Terlepas dari kontroversi tersebut, Häcken memastikan kemenangan lewat gol tunggal Julius Lindberg. Lindberg melepaskan sepakan langsung setelah menerima umpan dari Abdoulaye Doumbia.

Gol itu membawa nilai besar karena Häcken naik ke zona Eropa klasemen sementara Allsvenskan. Setiap poin kini menjadi penting bagi mereka dalam perebutan posisi atas.

Häcken tidak langsung mendominasi permainan pada babak pertama. Tekanan mereka meningkat setelah jeda hingga akhirnya mampu memecah kebuntuan.

Tim Rönning menjaga Halmstad tetap berpeluang melalui sejumlah penyelamatan penting. Akan tetapi, tim tamu tidak cukup efektif ketika memasuki sepertiga akhir lapangan.

Pertahanan Halmstad mampu bertahan cukup terorganisasi, tetapi serangan mereka tidak menghasilkan gol balasan. Kekalahan ini meningkatkan arti pertandingan berikutnya melawan Örgryte IS, tim yang berada di posisi bawah klasemen.

Baca Juga