Bukan Sekadar Hiasan HUT RI, Tiga Landmark Bogor Diperbarui demi Ruang Publik

Pengecatan merah putih pada landmark Kota Bogor menjelang HUT ke-81 RI tidak hanya dimaksudkan sebagai dekorasi musiman. Pemerintah Kota Bogor menyebut penataan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga estetika ruang publik dan warisan budaya lokal.

Tiga titik ikonis menjadi bagian dari pembenahan ini, yakni Lawang Suryakancana, Lawang Salapan Dasakerta, dan Jembatan Otista. Kehadiran warna nasional pada titik-titik tersebut memberi tampilan baru pada sejumlah koridor kota yang dikenal warga.

Lawang Suryakancana mendapat perhatian besar karena berfungsi sebagai pintu masuk salah satu kawasan kuliner legendaris di Bogor. Peremajaan warnanya menegaskan kembali posisi gerbang itu sebagai salah satu identitas visual kota.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan Lawang Suryakancana merupakan ikon kota sekaligus gerbang menuju kawasan kuliner bersejarah. Penataan kawasan itu didukung dalam rangka menyambut peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Tiga Lokasi dalam Penataan Merah Putih

LandmarkJenis PembenahanPeran Lokasi
Lawang SuryakancanaPengecatan merah putihAkses kawasan kuliner bersejarah
Lawang Salapan DasakertaPengecatan merah putihGerbang Kota Bogor
Jembatan OtistaPelapisan Weatherbond MaxLandmark kota

Lawang Salapan Dasakerta, yang juga dikenal sebagai Gerbang Kota Bogor, turut diberi sentuhan merah putih. Pembenahan pada gerbang ini memperluas nuansa kemerdekaan ke titik penting lain di wilayah kota.

Jembatan Otista termasuk bangunan ikonis yang telah menggunakan pelapisan Weatherbond Max. Produk tersebut disebut memiliki perlindungan terhadap cuaca serta ketahanan warna lebih lama untuk kebutuhan landmark perkotaan.

Warna yang digunakan pada pengecatan adalah Merah Merdeka 1945 dan Brilliant White 1001. Kedua warna dari Weatherbond Max itu disebut telah diselaraskan dengan standar Pantone internasional untuk Bendera Indonesia.

Kolaborasi Pemerintah dan Sektor Swasta

Program pembenahan dijalankan melalui kerja sama pemerintah daerah dengan sektor swasta dalam skema tanggung jawab sosial perusahaan. Nippon Paint terlibat mendukung pengecatan Lawang Suryakancana dan sejumlah gapura ikonis di wilayah lain.

Dedie mengapresiasi keterlibatan perusahaan dalam penataan ruang kota tersebut. Ia berharap kolaborasi yang berkelanjutan dapat menumbuhkan kepedulian bersama untuk menjaga ruang publik serta warisan budaya Bogor.

General Manager TU Division Nippon Paint Indonesia Mark Liew mengatakan semangat merah putih diwujudkan melalui aksi bersama yang memberi dampak bagi masyarakat. Program itu diharapkan memperkuat rasa bangga terhadap ruang publik sekaligus mendorong semangat gotong royong warga.

Lawang Suryakancana dipilih sebagai perwakilan pelaksanaan Program Gapura Ikonis Merah Putih secara nasional. Program ini menempatkan landmark sebagai ruang yang tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga menyimpan nilai identitas lokal.

Perawatan Meluas hingga Kapal Nelayan

Kegiatan sosial tersebut juga menjangkau 4.800 kapal nelayan di berbagai wilayah. Salah satunya adalah kapal milik Paguyuban Nelayan Putra Sang Fajar di Cilacap, Jawa Tengah.

Bee Brand 1000 dan Nippon Copper Paint Anti-Fouling digunakan untuk membantu melindungi lambung kapal dari organisme laut dan paparan cuaca. Perawatan itu diharapkan menjaga kondisi armada sehingga kegiatan nelayan di pusat perikanan nasional dapat berlangsung optimal.

Baca Juga