Rangkaian gempa susulan masih membayangi warga Flores dan wilayah lain di Nusa Tenggara Timur setelah gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. PMI Pusat mencatat 995 gempa susulan hingga 16 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB, dengan 46 di antaranya dirasakan masyarakat.
Situasi tersebut terjadi ketika 16.376 warga masih bertahan di pengungsian. Untuk membantu kebutuhan sehari-hari para pengungsi, TBS Foundation menyerahkan 200 Hygiene Kit dengan nilai total Rp50 juta.
Penyaluran melalui PMI
Bantuan diserahkan kepada PMI Pusat pada Senin, 17 Agustus 2026. PMI Kupang akan melanjutkan distribusi paket tersebut kepada masyarakat terdampak di wilayah NTT.
Penyaluran melalui PMI dilakukan agar bantuan dapat diteruskan kepada warga yang membutuhkan di tengah kondisi pascagempa. Paket yang diberikan berfokus pada kebutuhan kebersihan dasar selama masa pengungsian dan pemulihan.
Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya PMI Pusat Suwandi Wiratno menyampaikan apresiasi atas langkah TBS Foundation. Menurut dia, gotong royong dalam aksi kemanusiaan penting untuk membantu meringankan beban warga terdampak.
Suwandi mengatakan TBS Foundation telah bergerak sejak hari pertama gempa dan menyampaikan niat untuk membantu melalui PMI. Ia berharap 200 paket tersebut dapat mendukung kebutuhan kebersihan warga selama di pengungsian hingga tahap pemulihan selanjutnya.
Isi Bantuan bagi Warga Terdampak
Setiap Hygiene Kit mengikuti standar PMI dan dirancang untuk menunjang kebersihan harian. Perlengkapan di dalamnya mencakup kebutuhan tubuh, pakaian, kesehatan gigi, serta kebutuhan perempuan.
| Perlengkapan | Fungsi Utama |
|---|---|
| Sabun mandi dan sabun cuci | Kebersihan tubuh dan pakaian |
| Sampo | Perawatan kebersihan rambut |
| Pasta gigi dan sikat gigi | Kebersihan gigi dan mulut |
| Pembalut wanita | Kebutuhan kebersihan perempuan |
| Handuk | Keperluan kebersihan harian |
Ketua TBS Foundation Juli Oktarina menyatakan paket tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Flores dan NTT. Dalam siaran pers pada 17 Agustus 2026, ia menyebut bantuan itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam kondisi darurat serta pemulihan.
Juli menekankan bahwa kehadiran bantuan secara cepat diperlukan ketika masyarakat terdampak harus tinggal di pengungsian. Ia juga menyebut dukungan kemanusiaan merupakan bagian dari komitmen TBS Foundation bagi masyarakat.
Korban dan Pengungsian
Gempa utama pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menimbulkan korban jiwa dan luka di Flores beserta wilayah sekitarnya. Kompas.com melaporkan data sementara mencatat 54 orang meninggal dunia, 115 orang mengalami luka berat, dan 168 orang mengalami luka ringan.
| Kategori Dampak | Jumlah | Catatan |
|---|---|---|
| Korban meninggal | 54 orang | Akibat gempa di Flores dan sekitarnya |
| Luka berat | 115 orang | Memerlukan penanganan medis |
| Luka ringan | 168 orang | Data sementara |
| Pengungsi | 16.376 orang | Sekitar 184 kepala keluarga terdampak |
Direktur Eksekutif TBS Foundation Anugraha Dezmercoledi menilai penanganan bencana memerlukan kerja sama berbagai pihak. “Bencana selalu membawa tantangan yang tidak mudah bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Anugraha.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi bagian dari dukungan bersama bagi warga Flores dan NTT. Kolaborasi, menurutnya, dibutuhkan tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga selama proses pemulihan berlangsung.






