Bagi Hakan Calhanoglu, keberhasilan Inter Milan mengawinkan gelar Liga Italia dan Coppa Italia tidak dapat dipisahkan dari cara Cristian Chivu membangun hubungan dengan pemain. Sang pelatih dinilai hadir sebagai sosok yang terbuka terhadap persoalan di luar sepak bola.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu fondasi bagi Inter saat menjalani musim 2025-2026. Chivu mampu membawa tim meraih dua trofi domestik pada musim pertamanya di kursi pelatih Nerazzurri.
Pelatih yang Membuka Ruang Komunikasi
Calhanoglu menilai Chivu memberi perhatian besar kepada sisi personal pemain. Dalam pandangannya, kepedulian tersebut membuat anggota skuad merasa dianggap penting sebagai individu, bukan hanya sebagai pelaksana strategi.
“Bersama Chivu, situasinya kini berbeda, dia lebih memedulikan individunya, bukan sekadar sepak bola. Perasaan Anda lebih diutamakan dan dia terbuka terhadap segalanya,” kata Calhanoglu.
Pendekatan personal itu tidak berarti aspek permainan diabaikan. Calhanoglu menyebut Chivu tetap memiliki metode taktis dalam pertandingan dan sesi latihan, sambil menjaga komunikasi yang terbuka dengan para pemain.
“Di luar sepak bola, dia seperti saudara atau teman. Anda selalu bisa membicarakan apa saja dengannya,” lanjut pemain berusia 32 tahun tersebut. Calhanoglu juga menyatakan Chivu telah membantunya menghadapi sejumlah persoalan selama musim berlangsung.
Hasil Musim Pertama Chivu
Gelar domestik menjadi jawaban atas keraguan yang menyertai penunjukan Chivu pada musim panas 2025. Pelatih asal Rumania itu menggantikan Simone Inzaghi, yang hengkang ke Al Hilal, setelah sebelumnya hanya memiliki pengalaman enam bulan bersama Parma di Liga Italia.
Situasi Inter saat itu juga dibayangi kegagalan pada final Liga Champions 2024-2025. Meski demikian, skuad yang sebagian besar telah bermain bersama selama bertahun-tahun mampu menjaga ketahanan mentalnya.
| Ajang | Musim/Edisi | Hasil Inter |
|---|---|---|
| Liga Italia | 2025-2026 | Juara |
| Coppa Italia | 2025-2026 | Juara |
| Liga Champions | 2022-2023 | Kalah di final |
| Liga Champions | 2024-2025 | Kalah di final |
Calhanoglu menggambarkan situasi setelah kegagalan tersebut sebagai masa ketika banyak orang meragukan Inter. “Semua orang mengira Inter sedang, katakanlah sekarat setelah apa yang terjadi,” ujarnya, seperti dikutip bola.kompas.com.
Ia menekankan bahwa tim selalu berusaha merespons ketika situasi tidak sesuai harapan. Kebersamaan yang sudah terbangun dalam skuad membantu Inter melewati pergantian pelatih serta tekanan besar untuk segera bangkit.
Ambisi yang Belum Tuntas
Calhanoglu telah membela Inter selama lima tahun dan mengoleksi delapan trofi. Namun, pencapaian itu belum menghapus keinginan untuk membawa klub kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
Liga Champions masih menjadi trofi yang diburu Inter dan Calhanoglu. Mereka telah mencapai final pada 2022-2023 dan 2024-2025, tetapi kesempatan mengangkat trofi belum datang.
Inter kini ingin mempertahankan dominasi di liga sekaligus menambah gelar lain. Bagi Calhanoglu, kekuatan untuk mengejar target itu tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pada ikatan yang dijaga Chivu di dalam skuad.






