Bukan Lagi Manusia, Robot Disiapkan Menangani Peledakan hingga Penyelamatan Tambang

Peledakan, pemasangan penyangga atap, hingga penyelamatan di bawah tanah akan menjadi pekerjaan yang diprioritaskan untuk robot di tambang batu bara China. Pengalihan tugas ini ditujukan untuk membatasi keterlibatan manusia pada titik kerja dengan potensi bahaya besar.

Robot juga disiapkan untuk membuat terowongan dan memeriksa kondisi tambang. Dengan mesin mengambil peran di lokasi berisiko, China menargetkan penurunan paparan pekerja terhadap kecelakaan dan bencana tambang.

Operasi Minim Pekerja di Area Berbahaya

Lin Boqiang dari Pusat Penelitian Ekonomi Energi Cina, Universitas Xiamen, menilai perangkat berbasis AI dapat memperkuat peringatan dini dan penanganan keadaan darurat. Menurutnya, sistem tersebut dapat mendorong operasi pertambangan menuju penggunaan tenaga kerja yang sangat sedikit di titik tertentu.

“Hal ini membantu area pertambangan bertransisi menuju operasional yang minim pekerja hingga tanpa pekerja sama sekali, sehingga meminimalkan risiko bahaya bagi para pekerja,” kata Lin. Ia menyebut robot lebih sesuai untuk patroli di sumur tambang sedalam 50 meter, mendeteksi kebocoran gas, dan mengangkat beban berat.

Kebutuhan terhadap Robot Tambang terutama muncul dari kondisi bawah tanah yang sulit dipantau dan tidak selalu aman untuk dimasuki pekerja. Sistem robotik diharapkan dapat melakukan pemantauan serta tindakan teknis ketika risiko di lokasi meningkat.

Rencana ini menempatkan otomatisasi sebagai bagian dari strategi keselamatan kerja, bukan sekadar peningkatan efisiensi operasional. Fokusnya diarahkan pada tambang rawan bencana atau yang pernah mengalami kecelakaan besar.

Dua Pengembang Mulai Menguji Teknologi

DEEP Robotics dan Lingbao CASBOT menjadi dua perusahaan yang disebut telah menyiapkan teknologi untuk penambangan bawah tanah. Keduanya memiliki fokus berbeda, dari mobilitas inspeksi dan penyelamatan hingga pengerjaan teknis pada batuan dan struktur tambang.

PerusahaanTeknologiFungsi yang Disebutkan
DEEP RoboticsLynx M20Inspeksi tambang dan simulasi penyelamatan
Lingbao CASBOTRobot pintar berbasis fisikPengeboran, peledakan, dan pemasangan penyangga

DEEP Robotics menggunakan Lynx M20 sebagai platform bergerak dalam uji coba di terowongan tambang Changshan. Perangkat itu memadukan model bahasa besar, komputasi di perangkat, kamera dual-spectrum, modul 5G, dan unit komputasi tepi.

Pada Mei, perusahaan tersebut bekerja sama dengan Departemen Manajemen Darurat Provinsi Zhejiang dan lembaga lain untuk meluncurkan peralatan pintar berbasis fisik. Kolaborasi itu turut mencakup simulasi pemeriksaan lokasi serta penyelamatan langsung di terowongan Changshan.

Lingbao CASBOT membentuk perusahaan patungan untuk riset dan penerapan robot pintar berbasis fisik pada pertambangan bawah tanah. Perannya mencakup pengeboran batuan, pemasangan bahan peledak, serta pemasangan penyangga atap.

Kecerdasan Buatan Masuk ke Rencana Nasional

Penerapan Kecerdasan Buatan untuk sektor batu bara dimasukkan ke dalam Rencana Lima Tahun ke-15 China periode 2026-2030. Dokumen tersebut diluncurkan oleh badan perencana ekonomi utama dan regulator energi negara itu.

Melalui inisiatif AI Plus, China berencana menghimpun dan mengintegrasikan data berbasis AI pada seluruh tahapan kegiatan tambang. Penggunaannya meliputi eksplorasi, desain, konstruksi, produksi, pemeliharaan operasional, hingga pengelolaan keselamatan kerja.

Program itu juga mendorong pengembangan model bahasa besar khusus industri batu bara. Menurut laporan yang dikutip CNN Indonesia, model tersebut akan diarahkan pada penginderaan cerdas, kemampuan mengambil keputusan mandiri, dan sistem kendali cerdas.

Pemerintah China selanjutnya ingin membangun sejumlah tambang percontohan dengan penerapan AI yang terintegrasi. Lokasi tersebut akan menjadi tempat pengujian teknologi untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di industri batu bara.

Baca Juga