Peta Baru China Mengungkap 13.500 Kawah dan Catatan Vulkanik di Sisi Jauh Bulan

Lebih dari 13.500 kawah tumbukan dan 81 cekungan kini tercatat dalam peta geologi baru China untuk seluruh permukaan Bulan. Peta berskala 1:5 juta itu turut memasukkan sisi jauh Bulan, yang menyimpan catatan vulkanik berbeda.

Ruang lingkup pemetaan tersebut membuat sejarah geologi Bulan dapat dibaca melalui satu kerangka yang lebih lengkap. Peta berukuran 2,8 x 1,2 meter ini merupakan pembaruan dari versi yang dibuat pada 2024.

Permukaan Bulan dalam Angka

Identifikasi kawah dan cekungan menjadi salah satu unsur utama dalam penyusunan peta global tersebut. Menurut CNBC Indonesia yang mengutip Xinhua, data ini membantu peneliti mendokumentasikan jejak tumbukan yang tersebar di permukaan Bulan.

KomponenDataPenjelasan
Skala pemetaan1:5 jutaMeliputi seluruh permukaan Bulan
Kawah tumbukanLebih dari 13.500Diidentifikasi peneliti
Cekungan81Tercatat dalam peta
Dimensi peta2,8 x 1,2 meterVersi pembaruan dari 2024

Data kuantitatif itu tidak hanya menunjukkan keragaman bentuk permukaan Bulan. Informasi tersebut juga mendukung penyusunan hubungan waktu antara tumbukan, cekungan, serta bentang geologi lain.

Dengan cakupan seluruh permukaan, peta ini memungkinkan fitur pada sisi dekat dan sisi jauh Bulan ditempatkan dalam sistem kartografi yang sama. Pendekatan ini penting untuk membandingkan perkembangan geologi antarkawasan di Bulan.

Temuan Chang’e-5 Memperpanjang Kronologi

Pembaruan paling penting dalam pembacaan usia geologi Bulan berasal dari sampel yang dibawa Chang’e-5. Sampel itu mengonfirmasi aktivitas vulkanik Bulan masih terjadi sekitar 2 miliar tahun lalu.

Konfirmasi tersebut memperpanjang rentang waktu geologis Bulan hingga sekitar 1 miliar tahun. Bukti aktivitas yang lebih muda ini memberi dasar baru untuk menilai kapan sejumlah bentang vulkanik terbentuk.

Peneliti juga memperbarui batas usia untuk periode Aitkenian, Nectarian, dan Imbrian. Ketiga periode geologi kuno itu kini ditempatkan dengan batasan usia yang telah disempurnakan.

Direktur Akademi Ilmu Geologi China atau IGCAGS, Yang Zhiming, mengatakan pembaruan itu membuat sejarah Bulan lebih terstruktur. “Sejarah geologi Bulan telah ditulis ulang, tepatnya disempurnakan dan disistematiskan,” kata Yang.

Sisi Jauh Membuka Arah Diskusi

Sisi jauh Bulan menjadi bagian penting dari peta karena memiliki catatan vulkanik tersendiri. Kehadiran data dari wilayah ini memperluas dasar ilmiah untuk membahas perbedaan sejarah geologi di berbagai bagian Bulan.

Peneliti rekanan IGCAGS, Jin Ming, mengatakan sampel dan peta itu akan mendorong pembahasan lanjutan. “Sampel bulan dan peta akan memberikan titik awal baru diskusi ilmiah mengenai sisi jauh Bulan,” ujar Jin.

Dengan demikian, peta baru tidak sekadar menampilkan lokasi bentang permukaan. Peta tersebut menghubungkan informasi geologi dengan bukti sampel yang mengubah pemahaman tentang durasi aktivitas vulkanik Bulan.

Standar untuk Misi Pemetaan Berikutnya

China memakai standar kartografi eksklusif yang dikembangkan sendiri dalam proyek ini. Skema warna peta dikaitkan dengan geologi serta estetika tradisional China.

Yang menyatakan kerangka itu akan diperluas ke pemetaan geologi Mars dan asteroid. Langkah tersebut ditujukan untuk membangun kerangka kekayaan intelektual independen dalam eksplorasi antariksa China.

Basis data, pembaruan usia geologi, dan standar visual yang digunakan dalam peta Bulan kini menjadi pijakan bagi agenda pemetaan objek luar Bumi. Cakupan sisi jauh Bulan memberi nilai tambahan bagi upaya tersebut karena memperkaya rekaman geologi yang dapat dikaji.

Baca Juga