Risalah The Fed dan Regulasi AS Menekan Bitcoin di Tengah Taruhan Suku Bunga

Bitcoin menghadapi pekan yang sarat penentu arah dari Amerika Serikat, mulai dari risalah The Fed hingga pembahasan regulasi aset digital. Pasar menilai sinyal suku bunga dan kejelasan pengawasan kripto dapat memengaruhi selera risiko dalam waktu dekat.

Pada pukul 06.30 WIB, Senin, 17 Agustus 2026, Bitcoin turun 0,44% menjadi US$ 62.766 per koin. Pelemahan itu terjadi saat pasar menunggu agenda kebijakan AS dan data ekonomi Jepang.

The Fed dijadwalkan merilis risalah rapat kebijakan 28-29 Juli pada Rabu, 19 Agustus 2026. Dokumen tersebut akan menjadi perhatian karena bank sentral AS sebelumnya mempertahankan suku bunga pada rentang 3,5%-3,75%.

Keputusan mempertahankan suku bunga itu tidak sepenuhnya bulat karena tiga pejabat menginginkan kenaikan 25 basis poin. Pasar saat ini memproyeksikan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 32%.

Risalah Bernada Hawkish Berisiko Menekan Aset Berisiko

Risalah dengan nada hawkish dapat memperbesar tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. Sebaliknya, petunjuk kebijakan yang lebih dovish berpotensi membuka ruang bagi penguatan harga.

Tekanan pada perdagangan awal pekan juga terlihat pada aset digital utama lain. Ethereum turun 0,48% menjadi US$ 1.872, sedangkan Binance Coin melemah 0,9% ke US$ 602.

Aset atau IndeksPerubahanLevel
BitcoinTurun 0,44%US$ 62.766
EthereumTurun 0,48%US$ 1.872
Binance CoinTurun 0,9%US$ 602
Indeks CoinDesk 20Turun 0,46%Tidak disebutkan

Indeks CoinDesk 20 terkoreksi 0,46%, sementara kapitalisasi pasar kripto global merosot 0,3% dalam 24 jam menjadi US$ 2,16 triliun. Data CoinMarketCap yang dikutip Investor Daily mencatat harga Bitcoin tersebut setara sekitar Rp1,11 miliar per koin dengan asumsi kurs Rp17.826 per dolar AS.

Pertemuan Gedung Putih dan CFTC

Masih pada Rabu, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu pemimpin industri kripto di Gedung Putih. Pertemuan itu akan melibatkan petinggi SEC, CFTC, serta eksekutif perusahaan kripto.

Fokus pembahasan adalah Digital Asset Market Clarity Act yang diarahkan untuk memperjelas kewenangan pengawasan aset digital. Kejelasan pembagian tugas regulator dipandang penting bagi lingkungan kebijakan industri kripto di AS.

CFTC kemudian akan menggelar pertemuan perdana Innovation Advisory Committee pada Kamis, 20 Agustus 2026. Komite beranggotakan 35 perwakilan industri, termasuk Coinbase, Ripple, Kraken, Gemini, CME Group, Nasdaq, dan Intercontinental Exchange.

Agenda CFTC dinilai lebih berpengaruh terhadap XRP karena Bitcoin telah dikategorikan sebagai komoditas. Meski demikian, pembahasan inovasi dan pengawasan industri tetap menjadi faktor yang diperhatikan pasar aset digital.

AgendaWaktuPokok Perhatian
Rilis risalah The Fed19 Agustus 2026Arah kebijakan suku bunga
Pertemuan Gedung Putih19 Agustus 2026Digital Asset Market Clarity Act
Pertemuan CFTC20 Agustus 2026Inovasi industri aset digital
Inflasi Jepang Juli21 Agustus 2026Sinyal kebijakan BOJ

Data Jepang Turut Dicermati

Di luar AS, investor menantikan data pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal II pada Senin dan laporan inflasi Juli pada Jumat. Kedua data itu dapat memberi petunjuk mengenai langkah Bank of Japan berikutnya.

Pengetatan suku bunga oleh Bank of Japan berpotensi memperkuat yen dan menekan strategi carry trade. Bitcoin pernah turun sekitar 20% hingga 31% akibat dampak kenaikan suku bunga BOJ, sehingga risiko dari Jepang tetap diperhitungkan pasar.

Bitcoin kini bertahan di sekitar US$ 63.000, jauh di bawah rekor tertinggi US$ 126.080 yang tercatat pada Oktober. Arah harga selanjutnya akan banyak dipengaruhi oleh respons pasar terhadap sinyal The Fed, regulator AS, dan kebijakan Jepang.

Baca Juga