Tekanan pasar kerja, termasuk PHK dan tantangan industri padat karya, menjadi alasan RAPBN 2027 didorong lebih tegas menciptakan pekerjaan. Belanja negara dinilai perlu menghasilkan dampak nyata bagi rumah tangga melalui pendapatan yang meningkat dan daya beli yang lebih kuat.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance atau Indef, Rizal Taufikurahman, menilai angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak otomatis menjawab persoalan tersebut. Pertumbuhan perlu disertai strategi yang jelas untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas.
Pemerintah diminta tidak hanya menawarkan sasaran pertumbuhan menjelang pidato kenegaraan dan penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027. Mesin pertumbuhan ekonomi nasional dinilai perlu dijelaskan secara konkret agar arah penggunaan anggaran dapat diukur.
Rizal menyampaikan pandangan itu saat dihubungi pada Kamis, 13 Agustus 2026. “Menjelang pidato kenegaraan dan Nota Keuangan RAPBN 2027, pemerintah sebaiknya tidak hanya menawarkan target pertumbuhan tinggi, tetapi menunjukkan mesin pertumbuhan yang jelas,” katanya.
Industri Padat Karya dan Produktivitas
Salah satu mesin pertumbuhan yang didorong adalah industrialisasi. Sektor manufaktur, terutama yang menyerap banyak pekerja, dipandang memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja formal.
Penguatan manufaktur juga berkaitan dengan peningkatan produktivitas ekonomi. Karena itu, belanja negara tidak cukup jika hanya diarahkan untuk menjaga aktivitas ekonomi dalam waktu singkat.
APBN 2027 didorong membangun kemampuan ekonomi nasional dalam jangka menengah hingga panjang. Arah tersebut mencakup penguatan industri, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, keterampilan tenaga kerja, dan perlindungan sosial yang tepat sasaran.
Ukuran Investasi Perlu Diperluas
Investasi dinilai tidak seharusnya dinilai semata-mata dari besarnya nilai penanaman modal yang masuk. Dampaknya perlu terlihat dalam perluasan kapasitas produksi dalam negeri, pembukaan pekerjaan, serta keterkaitan dengan pelaku usaha lokal.
Penguatan UMKM menjadi bagian dari agenda yang perlu berjalan bersama investasi dan industrialisasi. Pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah diharapkan memperoleh ruang lebih besar dalam pembentukan kapasitas ekonomi.
Di saat yang sama, peningkatan keterampilan tenaga kerja diperlukan agar pekerja dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Kemampuan tersebut menjadi faktor penting agar perluasan investasi dan industri dapat diikuti oleh tenaga kerja Indonesia.
Perlindungan sosial tetap dibutuhkan untuk masyarakat yang rentan menghadapi tekanan ekonomi. Ketepatan sasaran menjadi penting agar anggaran menjangkau kelompok yang paling membutuhkan manfaatnya.
Rizal menekankan bahwa kualitas pertumbuhan tidak hanya tercermin dari angka PDB. Ekspansi ekonomi dinilai lebih bermakna apabila memperkuat produksi, memperluas kerja formal, dan menjaga kemampuan belanja masyarakat.
Dengan arah itu, RAPBN 2027 diharapkan dapat menyatukan kebijakan ekonomi dan kebutuhan pasar kerja dalam satu strategi belanja yang terukur. Anggaran negara diharapkan tidak berhenti sebagai penopang pertumbuhan, melainkan memperluas dasar ekonomi yang inklusif.






