Kebutuhan protein masyarakat dinilai telah ditopang oleh ikan, telur, dan daging ayam dari produksi domestik. Meski demikian, Indonesia masih belum swasembada daging sapi dan daging kerbau.
Presiden Prabowo Subianto menempatkan dua jenis daging tersebut sebagai pekerjaan lanjutan bagi pemerintah. Bawang putih juga belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Kecukupan Protein Belum Menutup Semua Kebutuhan Daging
Prabowo menyatakan pasokan protein dari sejumlah komoditas domestik telah berada dalam kondisi cukup. “Pada dasarnya untuk protein kita sudah swasembada, protein dari ikan, protein dari telur, dan protein dari daging ayam,” tegasnya.
Pernyataan itu membedakan kecukupan protein secara umum dengan target kemandirian pada seluruh jenis pangan hewani. Daging sapi dan kerbau tetap membutuhkan penguatan produksi untuk mencapai swasembada daging.
Ia menyampaikan pemetaan tersebut saat Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Forum itu dihadiri anggota MPR, DPR, dan DPD.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan target kemandirian bawang putih dalam tiga tahun. “Kita masih belum swasembada bawang putih, kita berjuang dalam 3 tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih,” ujarnya.
Delapan Komoditas Dinyatakan Sudah Swasembada
Di tengah kekurangan pada beberapa komoditas, pemerintah mengumumkan delapan kebutuhan pangan utama telah mencapai status swasembada. Pencapaian itu disebut terjadi dalam satu tahun, lebih cepat dari proyeksi awal empat tahun.
Komoditas tersebut meliputi bahan pangan pokok, pangan hewani, dan bumbu dapur. Status pasokan nasional yang disampaikan pemerintah dapat dilihat dalam tabel berikut.
| Komoditas | Status Pasokan Nasional |
|---|---|
| Beras | Swasembada |
| Jagung | Swasembada |
| Gula konsumsi | Swasembada |
| Daging ayam | Swasembada |
| Telur ayam | Swasembada |
| Bawang merah | Swasembada |
| Cabai besar | Swasembada |
| Cabai rawit | Swasembada |
| Bawang putih | Belum swasembada |
| Daging sapi dan kerbau | Belum swasembada |
Beras, jagung, dan gula konsumsi menjadi bagian dari capaian pada kelompok kebutuhan utama. Daging ayam dan telur ayam melengkapi daftar komoditas hewani yang pasokannya disebut telah mencukupi.
Bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit juga telah masuk kategori swasembada. Sebaliknya, bawang putih belum berada pada kategori yang sama.
Pupuk dan Kerja Lintas Lembaga
Pemerintah mengaitkan peningkatan produksi pertanian dengan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen. Ketersediaan pupuk di pasar juga ditingkatkan untuk memudahkan akses petani.
Menurut Prabowo, langkah tersebut menjadi kali pertama harga pupuk dapat ditekan bersamaan dengan penambahan volume. Kebijakan pemupukan itu disebut memberi dampak terhadap produksi pertanian nasional.
PT Pupuk Indonesia dilaporkan membukukan peningkatan keuntungan hingga 252,8 persen setelah kebijakan tersebut berjalan. Pemerintah menilai hasil itu berkaitan dengan perubahan di sektor pemupukan.
Penguatan produksi pangan tidak hanya melibatkan Kementerian Pertanian. Kementerian lain, pemerintah daerah, TNI, dan Polri juga disebut terlibat dalam menjaga produksi serta distribusi.
Kerja bersama itu diperlukan karena produksi pangan masih menghadapi risiko cuaca yang tidak menentu dan ancaman El Nino. Pemerintah menyatakan kondisi pangan Indonesia aman ketika banyak negara menghadapi kekhawatiran terhadap kelaparan massal.
Keberhasilan pada delapan komoditas menjadi dasar penguatan ketahanan pangan Indonesia. Tahap berikutnya akan bergantung pada kemampuan pemerintah meningkatkan pasokan bawang putih serta daging sapi dan kerbau dari dalam negeri.






