Sinyal BI dan The Fed Jadi Ujian IHSG Setelah Melonjak ke 6.448,83

Penguatan IHSG ke level 6.448,83 belum mengakhiri kewaspadaan pelaku pasar. Investor justru memasuki pekan penting dengan menunggu keputusan Bank Indonesia dan petunjuk kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pada pembukaan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, IHSG naik 46,94 poin atau 0,73 persen. Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan 1,59 persen pada perdagangan sebelumnya ketika indeks ditutup di level 6.401,89.

Agenda Moneter Menjadi Fokus Pasar

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi agenda domestik yang paling dicermati pasar. Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan BI Rate tetap berada di level 5,7 persen.

Pelaku pasar juga menantikan risalah pertemuan FOMC untuk membaca arah kebijakan The Fed. Sinyal dari bank sentral Amerika Serikat menjadi perhatian setelah pasar saham domestik mencatat penguatan dalam dua sesi terakhir.

Kombinasi kebijakan moneter domestik dan global akan menjadi faktor yang memengaruhi kelanjutan sentimen. Investor juga terus menimbang perkembangan fiskal serta prospek ekonomi di dalam negeri.

Rupiah dan Fiskal Menopang Sentimen

Rupiah menguat ke Rp17.827 per USD bersamaan dengan kenaikan IHSG. Pergerakan mata uang itu memberi dukungan pada sentimen pasar dalam dua sesi perdagangan terakhir.

Pasar sebelumnya merespons pidato Presiden Prabowo Subianto terkait RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB.

Dalam penyampaian tersebut, pemerintah juga menyatakan optimisme pertumbuhan ekonomi 2026 dapat mencapai 6 persen. Arah kebijakan fiskal dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi domestik tetap menjadi pertimbangan investor.

Faktor yang DicermatiInformasi Utama
BI RateDiperkirakan tetap 5,7 persen
RupiahMenguat ke Rp17.827 per USD
Defisit RAPBN 20272,40 persen terhadap PDB
Proyeksi pertumbuhan 20266 persen

IHSG Berada Dekat Area Penembusan

Selain agenda ekonomi, pelaku pasar memantau posisi teknikal indeks yang kini berada dekat batas atas resistance. BRI Danareksa Sekuritas menempatkan resistance penting pada rentang 6.400 hingga 6.455.

Level 6.455 dipandang sebagai titik penting karena penembusan di atasnya dapat menegaskan kelanjutan penguatan. Target berikutnya setelah penembusan diproyeksikan berada di area 6.568 hingga 6.716.

IndeksPerubahanPosisi
IHSGNaik 0,73 persen6.448,83
LQ45Naik 0,45 persen635,11

Indeks LQ45 juga bergerak di zona hijau dengan kenaikan 2,83 poin atau 0,45 persen menjadi 635,11. Kinerja tersebut menunjukkan saham unggulan turut mendukung awal perdagangan yang positif.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, IHSG masih berada dalam struktur penguatan jangka pendek dan bertahan di atas MA20. Area support indeks berada pada rentang 6.200 hingga 6.280.

Data yang dikutip Medcom.id menunjukkan pasar sedang menimbang faktor domestik dan eksternal secara bersamaan. Respons terhadap RDG BI serta risalah FOMC akan menjadi penentu penting bagi pergerakan IHSG setelah mendekati resistance 6.455.

Baca Juga