Pelni membuka pengiriman logistik kemanusiaan tanpa biaya bagi bantuan untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Pengangkutan awal dijadwalkan menggunakan KM Tidar yang berangkat dari Surabaya pada Minggu, 16 Agustus, pukul 22.00 WIB.
Langkah ini memberi akses pengiriman bagi bantuan dari berbagai daerah yang dapat masuk melalui jaringan pelayaran reguler Pelni. Setelah pengangkutan awal, logistik akan diteruskan menggunakan kapal lain sesuai rute dan jadwal keberangkatan masing-masing.
Fasilitas tersebut hanya berlaku bagi barang kemanusiaan dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan komersial. Aturan itu ditetapkan agar ruang pengiriman gratis tetap diprioritaskan bagi kebutuhan warga di wilayah terdampak bencana.
Barang yang dapat disalurkan
Kebutuhan pangan menjadi bagian dari bantuan yang dapat dikirim melalui kapal Pelni. Daftarnya meliputi makanan, air minum dalam kemasan, susu, serta makanan bayi.
Bantuan untuk tempat tinggal sementara juga dapat disalurkan, termasuk tenda, terpal, selimut, dan perlengkapan tidur. Alat penerangan turut masuk dalam kebutuhan yang diterima dalam pengiriman kemanusiaan tersebut.
Pelni juga membuka ruang bagi obat-obatan dan perlengkapan medis yang diperlukan dalam penanganan dampak gempa. Popok anak dan dewasa serta pembalut dapat dikirim untuk membantu kebutuhan kelompok rentan.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut sekaligus Ketua Tim Posko Bantuan Pelni Untuk NTT, Hana Suhardi, mengatakan layanan itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan. Ia menilai jaringan pelayaran dapat membantu mempercepat pergerakan kebutuhan dasar menuju wilayah bencana.
“Kami siap memanfaatkan jaringan pelayaran Pelni untuk membantu mempercepat distribusi logistik kemanusiaan ke wilayah terdampak,” tutur Hana. Ia mengajak lembaga, komunitas, dan instansi menggunakan fasilitas tersebut untuk menyalurkan bantuan ke NTT.
ASDP menambah jalur dari Kupang
Selain layanan Pelni, ASDP juga mengoperasikan penyeberangan gratis bagi bantuan logistik dari Kupang menuju Ende. Kapal yang digunakan adalah KMP Ile Labalekan dengan titik keberangkatan dari Pelabuhan Bolok.
| Operator | Kapal | Jalur Pengangkutan | Jadwal Keberangkatan |
|---|---|---|---|
| Pelni | KM Tidar | Surabaya dan diteruskan sesuai trayek | 16 Agustus, 22.00 WIB |
| ASDP | KMP Ile Labalekan | Pelabuhan Bolok, Kupang–Ende | 16 Agustus, 21.00 WITA |
Berdasarkan jadwal yang disampaikan ASDP, logistik diperkirakan tiba di Pelabuhan Bolok sekitar pukul 19.00 WITA. Bantuan selanjutnya dimuat ke KMP Ile Labalekan sebelum kapal diberangkatkan dua jam kemudian.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan konektivitas antarpulau menjadi unsur penting dalam respons darurat bencana. Menurutnya, penyeberangan dapat membantu mempercepat mobilisasi logistik dan kebutuhan masyarakat.
“Di tengah upaya penanganan dampak gempa bumi di NTT, ASDP bergerak bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak,” kata Heru dalam keterangannya, Senin, 17 Agustus 2026. ASDP menempatkan layanan gratis itu sebagai dukungan terhadap distribusi bantuan dan pemulihan pascabencana.
Dua layanan laut tersebut berjalan dengan pola yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni memperlancar penyaluran bantuan ke NTT. Pengirim perlu menyesuaikan logistik dengan ketentuan kemanusiaan serta jadwal kapal yang tersedia.






