Pasar Murah hingga Tari Manasai, Pesan Kemerdekaan Kalteng untuk Kesejahteraan

Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Palangka Raya tidak hanya diisi upacara dan pertunjukan budaya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menggelar pasar murah bagi pekerja layanan publik, termasuk pengendara ojek daring, petugas kebersihan, dan petugas pemadam kebakaran.

Program tersebut memberi perhatian kepada kelompok yang mendukung aktivitas masyarakat setiap hari. Langkah itu sejalan dengan pesan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengenai pentingnya kesejahteraan sebagai bagian dari makna kemerdekaan.

Perhatian untuk pekerja layanan publik

Pasar murah menjadi salah satu kegiatan sosial dalam rangkaian peringatan kemerdekaan yang diselenggarakan Pemprov Kalteng. Sasaran program mencakup pekerja yang menjalankan peran penting dalam mobilitas, kebersihan, serta keamanan masyarakat.

Kegiatan itu menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan juga dapat dikaitkan dengan kebutuhan warga. Nilai kebersamaan yang ditekankan dalam acara diarahkan pada dukungan terhadap kelompok pekerja yang melayani publik.

Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan atraksi terjun payung. Acara tersebut melengkapi suasana peringatan yang tidak semata-mata berpusat pada pelaksanaan upacara.

Unsur budaya daerah juga hadir melalui penampilan Tari Manasai. Agustiar Sabran bersama jajaran ikut dalam tarian tersebut sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.

Ajakan membangun secara kolektif

Dalam amanatnya, Agustiar menyampaikan bahwa perjuangan kemerdekaan perlu diteruskan melalui pembangunan. Ia menekankan perlunya sinergi seluruh elemen masyarakat untuk membangun Kalimantan Tengah.

Tujuan yang ditekankan ialah pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gubernur menilai keterlibatan kolektif diperlukan agar pembangunan daerah dapat menjadi perjuangan bersama.

“Bersama-sama kita saling bersinergi membangun Kalimantan Tengah, mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan untuk masyarakat,” tutur Agustiar Sabran. Pernyataan tersebut disampaikan saat upacara peringatan kemerdekaan di Palangka Raya pada Senin.

Pesan Jasmerah untuk generasi muda

Agustiar juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah bangsa, terutama bagi generasi muda. Ia mengangkat pesan Presiden pertama RI Soekarno, Jasmerah, sebagai pengingat untuk tidak meninggalkan sejarah.

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Kita harus menghargai perjuangan dan jasa para pahlawan dengan melanjutkan perjuangan mereka untuk membangun Indonesia,” kata Agustiar Sabran.

Menurutnya, penghormatan kepada para pahlawan perlu diwujudkan melalui sikap dan kontribusi sehari-hari. Kemerdekaan dipandang sebagai dorongan bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam kemajuan daerah dan bangsa.

Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri jajaran pemerintah daerah serta peserta upacara lainnya. Melalui rangkaian sosial, budaya, dan kebangsaan tersebut, Pemprov Kalteng menautkan semangat kemerdekaan dengan agenda kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga