Oseania memperlihatkan dua sikap berbeda menjelang Kongres FIFA 2027. Saat OFC mendukung proses evaluasi FIFA, New Zealand Football memilih mencabut dukungan terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino.
Perbedaan itu penting karena Selandia Baru merupakan anggota terbesar dalam Konfederasi Sepak Bola Oseania. Negara tersebut juga menjadi satu-satunya wakil Oseania yang lolos ke Piala Dunia FIFA 2026.
OFC menyambut keputusan FIFA menarik proposal FIFA Forward Enterprise dan membuka proses peninjauan atas isu yang menyertainya. Konfederasi itu meminta proses tersebut dimanfaatkan untuk mengenali serta menjalankan perubahan yang dibutuhkan.
Komite Eksekutif OFC membahas persoalan itu dalam pertemuan di Fiji pada Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam sikap resminya, OFC juga menyoroti kemajuan pengembangan sepak bola Oseania selama satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan FIFA.
NZF Mengambil Sikap Lebih Keras
Dua hari setelah pertemuan OFC, New Zealand Football mengumumkan pencabutan dukungan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Federasi itu menyebut kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA telah menurun.
NZF menyatakan bahwa persoalan yang dihadapi bukan hanya satu rencana bisnis. Federasi tersebut mengaitkannya dengan serangkaian keputusan dan tindakan di FIFA yang dinilai meningkatkan perpecahan dalam sepak bola internasional.
“New Zealand Football (NZF) hari ini mengumumkan secara resmi menarik dukungan terhadap pencalonan Gianni Infantino sebagai presiden FIFA pada Kongres FIFA 2027,” demikian bunyi pernyataan NZF. Dengan langkah itu, federasi Selandia Baru mengambil posisi berbeda dari organisasi regionalnya.
| Organisasi | Penilaian atas proposal | Posisi yang diambil |
|---|---|---|
| New Zealand Football | Kontroversi belum selesai meski proposal telah ditarik | Mencabut dukungan terhadap Infantino |
| OFC | Penarikan proposal disambut positif | Mendukung peninjauan dan perubahan yang diperlukan |
Kontroversi FIFA Forward Enterprise
FIFA Forward Enterprise merupakan proposal yang berkaitan dengan operasi komersial kompetisi FIFA. Rancangan itu sempat memuat rencana penjualan hingga 20% saham dalam operasi komersial kepada investor swasta.
Kompetisi besar, termasuk Piala Dunia, masuk dalam operasi yang tercakup oleh skema tersebut. FIFA akhirnya menarik proposal itu setelah muncul kontroversi.
Bagi NZF, pembatalan rencana belum cukup untuk menjawab pertanyaan tentang proses pembentukan dan pengajuannya. Karena itu, federasi tersebut meminta adanya peninjauan independen terhadap langkah-langkah yang ditempuh dalam penyusunan skema.
“NZF juga mengupayakan peninjauan independen terhadap langkah-langkah yang diambil dalam menyusun skema FIFA Forward Enterprise,” kata federasi itu. Peninjauan tersebut dipandang sebagai jalan untuk membangun kembali kepercayaan pada tata kelola sepak bola internasional.
Dua Respons dalam Satu Kawasan
OFC tidak mengumumkan pencabutan dukungan terhadap Infantino. Sebaliknya, konfederasi itu memilih mendorong FIFA untuk memakai proses evaluasi sebagai dasar perubahan.
NZF mengambil pendekatan yang lebih tegas dengan menghubungkan evaluasi independen pada masalah kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA. Perbedaan ini mencerminkan belum seragamnya respons di Oseania terhadap kontroversi proposal komersial tersebut.
Menjelang Kongres FIFA 2027, posisi NZF memberi tekanan tambahan pada pembahasan tata kelola FIFA. Di sisi lain, OFC tetap menekankan bahwa proses peninjauan harus menghasilkan perbaikan yang diperlukan bagi sepak bola kawasan dan internasional.






