Mahasiswa Universitas Nusa Cendana yang terdampak gempa Flores akan memperoleh kelonggaran jadwal perkuliahan hingga awal September. Penyesuaian akademik itu berjalan bersamaan dengan pembentukan posko, pengerahan relawan, dan pencairan dana kedaruratan.
Undana menyusun delapan aksi untuk merespons gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Rangkaian langkah ini diarahkan untuk memastikan bantuan dan informasi lapangan dapat dikelola secara terstruktur, cepat, serta transparan.
1. Membuka posko utama
Pusat tanggap bencana Undana berada di Gedung Dharma Wanita Persatuan Rektorat Undana, Kupang. Posko tersebut menangani penerimaan logistik, arus informasi, pendaftaran relawan, dan koordinasi dengan Pemprov NTT serta pemerintah kabupaten di Flores.
2. Mencairkan dana kedaruratan
Undana menggunakan alokasi dana taktis pengabdian masyarakat untuk kebutuhan kedaruratan. Wakil Rektor II Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si. menyebut dana itu mendukung pergerakan relawan, penanganan medis awal, dan penyaluran bantuan yang akuntabel.
3. Menyisir data sivitas akademika
LP2M dan Biro Akademik dan Kemahasiswaan akan mendata keberadaan sivitas akademika di kawasan terdampak. Kelompok yang didata meliputi mahasiswa KKN, peneliti lapangan, dan mahasiswa yang tinggal di Flores.
4. Memberi fleksibilitas akademik
Relaksasi jadwal kuliah diberikan khusus kepada mahasiswa yang terkena dampak bencana. Kebijakan ini menjadi langkah penyesuaian akademik Undana selama kondisi darurat berlangsung.
5. Membentuk satgas penanggulangan bencana
Undana membentuk Undana Disaster Relief Task Force dengan melibatkan potensi kepakaran lintas fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Satgas ini disiapkan untuk mendukung penanganan gempa Flores secara komprehensif.
6. Memperkuat relawan kampus
Setiap fakultas akan diminta mengirim lima hingga tujuh mahasiswa relawan dengan prioritas mahasiswa semester akhir. Dosen pendamping akan menyertai setiap kelompok untuk membantu operasional posko tanggap bencana NTT.
7. Menyebarkan informasi resmi
Humas Undana akan menerbitkan siaran pers dan flyer resmi secara masif. Menurut Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., kanal komunikasi itu penting untuk menjangkau kementerian, pimpinan PTN dan PTS nasional, serta insan pers.
8. Memusatkan koordinasi bantuan
Undana meminta seluruh koordinasi bantuan, pendaftaran relawan, dan pembaruan data lapangan dilakukan melalui posko utama. Hotline Pak Nixon di 0813 5506 9500 dan Pak Willy di 0821 2247 6811 juga dibuka untuk kebutuhan tersebut.
| Bidang penanganan | Langkah Undana | Tujuan |
|---|---|---|
| Akademik | Relaksasi jadwal kuliah | Mendukung mahasiswa terdampak |
| Kemanusiaan | Dana kedaruratan dan relawan | Mempercepat respons awal |
| Koordinasi | Posko utama dan hotline | Mengelola bantuan serta data |
| Komunikasi | Siaran pers dan flyer | Menyebarkan informasi resmi |
Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng mengatakan kampus siap menjalankan peran sebagai pusat koordinasi penanganan bencana bagi perguruan tinggi di Indonesia. Undana menargetkan konsolidasi data dan bantuan menjangkau masyarakat terdampak secara tepat sasaran.






