Longsor di sejumlah ruas jalan nasional Nusa Tenggara Timur masih menjadi hambatan dalam penanganan dampak gempa. Alat berat dikerahkan untuk membuka jalur yang tertutup material dan menjaga pergerakan bantuan tetap memungkinkan.
Gangguan akses darat terjadi saat kebutuhan logistik, bahan bakar, dan layanan darurat harus terus menjangkau warga. Pembersihan jalan menjadi bagian dari pemulihan yang berjalan bersamaan dengan perbaikan listrik dan komunikasi.
Jalur Darat Menjadi Prioritas
Material longsoran dilaporkan menutup atau mengganggu ruas Malwatar-Bts Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi, dan Km 210-Bts Kabupaten Manggarai. Sejumlah titik lain berada di jalur Gako-Aigela-Bts Kota Ende, Danga-Maropokot, Kota Ende-Wolowaru, serta Wolowaru-Maumere.
Kepala BPJN NTT Janto mengatakan tim di lapangan sementara memprioritaskan pembersihan material dari badan jalan. Pembukaan akses itu ditujukan untuk menjaga konektivitas masyarakat dan mobilitas petugas bencana.
| Wilayah Kerja | Peralatan yang Dikerahkan | Kondisi Penanganan |
|---|---|---|
| PPK 3.3 | 1 unit loader | Dalam perjalanan ke lokasi terdampak |
| PPK 3.4 | 1 unit excavator | Menangani material longsoran |
| PPK 4.1 | 2 loader dan 1 excavator | Loader bergerak ke lokasi, excavator siaga di Ende |
Kementerian PU menginstruksikan jajaran balai di NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan pascabencana. Menteri PU Dody Hanggodo meminta personel, peralatan, dan koordinasi dengan pemerintah daerah disiapkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur.
“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” kata Dody. Pemantauan dan identifikasi infrastruktur dilakukan bertahap karena potensi gempa susulan masih diperhitungkan.
Pasokan Listrik Menjangkau 88% Pelanggan
Di tengah upaya membuka jalan, layanan listrik menunjukkan pemulihan yang signifikan. PLN melaporkan 88% pelanggan di wilayah terdampak sudah kembali memperoleh pasokan, sedangkan pemulihan jaringan telah mencapai 98,3%.
Sebanyak 723 personel PLN dikerahkan untuk menangani gangguan kelistrikan. Ketersediaan energi membantu kegiatan warga dan mendukung kebutuhan operasional tanggap darurat.
Pertamina memastikan BBM tersedia untuk kendaraan petugas, pengangkut bantuan, dan kegiatan penanganan bencana. Peran bahan bakar menjadi semakin penting ketika longsor membuat beberapa akses darat belum pulih sepenuhnya.
Telkom turut mempercepat pemulihan jaringan komunikasi agar warga tetap dapat terhubung. Jaringan komunikasi juga diperlukan untuk menjaga kelancaran koordinasi penanganan di lokasi terdampak.
Dukungan BUMN untuk Warga
BP BUMN menyatakan Danantara bersama BP BUMN mengoordinasikan langkah badan usaha milik negara dalam mendukung penanganan gempa. Dukungan itu mencakup pemulihan layanan vital hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Bantuan yang disiapkan berupa bahan makanan, obat-obatan, kebutuhan bayi, air bersih, dan genset. Barang-barang tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dan membantu fasilitas yang terkena dampak.
Gempa sekitar M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di wilayah NTT. BMKG melaporkan pusat gempa berada di pantai utara Pulau Flores, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay.






