Empat SMA Garuda baru akan menggunakan kurikulum International Baccalaureate atau IB, yang disebut mengikuti standar tinggi sekolah-sekolah terbaik dunia. Pemerintah menyiapkan jalur pendidikan tersebut agar siswa berbakat memiliki kesiapan menuju universitas terbaik dunia.
Sekolah ini menggabungkan pola pendidikan berasrama dengan fokus pada sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM. Model tersebut diarahkan untuk membangun kemampuan akademik peserta didik pada bidang-bidang strategis.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan penggunaan kurikulum internasional menjadi bagian penting dari penyelenggaraan sekolah unggul itu. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“SMA ini menggunakan kurukulum internasional, IB (International Baccalaureate), yang sesuai dengan standar tertinggi, sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia,” ujar Prabowo. Ia juga menyatakan siswa di SMA Garuda dipersiapkan untuk masuk ke universitas-universitas terbaik di dunia.
Pembangunan telah diselesaikan
Pemerintah menyatakan pembangunan empat SMA unggul Garuda baru telah rampung. Keempatnya berada di wilayah yang berbeda, dari Bangka Belitung hingga Nusa Tenggara Timur.
| Lokasi | Provinsi |
|---|---|
| Belitung Timur | Bangka Belitung |
| Konawe Selatan | Sulawesi Tenggara |
| Bulungan | Kalimantan Utara |
| Timor Tengah Selatan | Nusa Tenggara Timur |
Keberadaan sekolah di empat wilayah itu merupakan bagian dari upaya memperluas fasilitas pendidikan unggul ke berbagai daerah. Pemerintah menargetkan persebaran tersebut dapat mempercepat pengembangan talenta sains dan teknologi nasional.
SMA Garuda ditujukan bagi anak-anak dengan bakat dan kecerdasan istimewa. Dukungan akademik diberikan melalui lingkungan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Prabowo menilai kebijakan itu sejalan dengan prinsip keadilan dalam pendidikan. Menurutnya, keadilan tidak identik dengan pemberian perlakuan yang sama kepada semua peserta didik.
“Adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Prabowo.
Transformasi sekolah diperluas
Program Sekolah Garuda tidak hanya berjalan lewat pembangunan empat sekolah baru. Pemerintah juga memperluas ekosistemnya melalui transformasi sekolah yang telah ada.
Cakupan program kini mencapai 42 sekolah di 15 provinsi. Angka tersebut terdiri atas 12 sekolah pada 2025 dan 30 sekolah tambahan pada 2026.
Tiga puluh tambahan sekolah pada 2026 masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC. Institusi yang tercakup tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Jawa, dan Sulawesi.
Prabowo sebelumnya sempat menyampaikan jumlah 20 sekolah sebelum mengoreksinya menjadi 42 sekolah. Perubahan angka itu mencerminkan cakupan program transformasi yang lebih luas dari pernyataan awal.
Melalui sekolah baru berkurikulum IB dan perluasan transformasi sekolah, pemerintah mengarahkan Sekolah Garuda sebagai wadah pembinaan talenta unggul. Fokusnya tetap pada penguatan kapasitas siswa di bidang STEM serta kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi global.






