Saat Konsumen China Menahan Belanja, Pengiriman Mobil ke Luar Negeri Melesat Tajam

Konsumen China semakin mengutamakan harga yang terjangkau dan nilai guna kendaraan, sementara produsen bergerak ke segmen yang lebih tinggi. Perbedaan arah ini ikut menekan penjualan mobil domestik yang pada Juli 2026 merosot 21,1 persen secara tahunan.

Namun, pelemahan permintaan lokal tidak menghentikan laju produsen otomotif China. Ekspor kendaraan pada bulan yang sama tumbuh 88,2 persen hingga mencapai 923.000 unit, menjadikan pasar luar negeri sebagai penyangga utama industri.

Selera Pembeli Berubah

Sekretaris Jenderal CPCA Cui Dongshu menyebut harga bahan bakar yang tinggi membebani penjualan kendaraan bensin. Penjualan sedan entry-level pun masih rendah di tengah konsumen yang lebih berhitung sebelum membeli mobil.

Menurut Cui, produsen dan calon pembeli tidak selalu mengejar arah yang sama. “Yang diinginkan konsumen adalah kendaraan yang memberikan nilai sepadan dengan harganya, bukan serta-merta model premium. Produsen mobil ingin merambah segmen pasar yang lebih tinggi, namun konsumen justru mencari harga yang terjangkau,” kata Cui.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan pasar bukan hanya soal berkurangnya transaksi. Penjualan mobil China juga dipengaruhi perubahan preferensi, ketika pembeli membandingkan manfaat dan harga dengan lebih ketat.

Analis HSBC dalam catatan pada Juli melihat permintaan penggantian kendaraan mulai melambat. Gelombang pembelian yang sebelumnya didorong subsidi tidak lagi memberikan pengaruh sebesar sebelumnya, sementara persaingan pasar makin rapat.

Penurunan Berlangsung Selama 10 Bulan

Data CPCA menunjukkan penjualan kendaraan domestik China sudah turun selama 10 bulan berturut-turut. Pada Juli 2026, penjualan tercatat hanya 1,47 unit kendaraan.

Penurunan Juli itu melampaui perkiraan awal pelaku industri. Cui mengatakan, “Penurunan ini terbukti lebih parah dari yang kami perkirakan. Kami sebelumnya mengantisipasi adanya perbaikan yang nyata pada bulan Juli.”

Tekanan juga terlihat pada akumulasi penjualan kendaraan penumpang. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, penjualan domestik turun 20,5 persen atau berkurang sekitar 2,65 juta unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data IndustriPeriodeHasil
Penjualan domestik kendaraanJuli 2026Turun 21,1%
Penjualan domestik kendaraan penumpangJanuari-Juli 2026Turun 20,5%
Ekspor kendaraanJuli 2026923.000 unit, naik 88,2%
Ekspor kendaraan listrik dan plug-in hybridSecara tahunanNaik 147,8%

Pasar Global Menjadi Tumpuan

Kontras terbesar terlihat pada kendaraan listrik dan plug-in hybrid. Saat ekspornya melonjak 147,8 persen secara tahunan, penjualan domestik untuk kategori tersebut turun 3,9 persen.

Produsen China meningkatkan ekspansi ke Eropa, Asia Tenggara, Amerika Latin, serta Timur Tengah. Pertumbuhan pengiriman itu memberi saluran penjualan baru ketika pasar domestik belum menunjukkan pemulihan yang kuat.

Belanja rumah tangga yang lesu menjadi salah satu tekanan lebih luas terhadap permintaan kendaraan di China. Situasi tersebut membatasi pembelian pada berbagai segmen yang sebelumnya diandalkan untuk menopang volume pasar.

CPCA mencatat ekspor kendaraan China kini berperan semakin penting bagi industri otomotif nasional. Meski demikian, lonjakan pengiriman ke luar negeri belum menghapus tantangan di pasar lokal karena konsumen masih selektif dalam membeli kendaraan baru.

Baca Juga