Podium di kelas Astra Honda Racing School (AHRS) tidak seharusnya membuat pebalap muda cepat merasa selesai. Pesan itu disampaikan Gerry Salim kepada para pemenang seri kedua Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026 di Purwokerto.
Pebalap binaan Astra Honda Racing Team yang juga lulusan AHRS tersebut menilai hasil di kelas pembinaan adalah langkah awal. Ia meminta para peserta terus berkembang agar dapat mengikuti jejak pebalap Indonesia yang sudah berkompetisi pada level lebih tinggi.
“Selamat buat para pemenang di kelas Astra Honda Racing School ini. Ada Gandewo, Rafif, dan Valera,” ujar Gerry saat ditemui di Purwokerto, Minggu (16/8/2026).
Gerry kemudian mengingatkan para peraih podium untuk tidak berhenti pada pencapaian di level junior. “Tentunya, ini baru awal, jangan cepat puas. Biar bisa menyusul kayak (Kiandra) Ramadhipa dan Veda (Ega Pratama),” katanya.
Jalur yang Pernah Ditempuh Para Lulusan
AHRS merupakan bagian dari program pembinaan pebalap muda oleh PT Astra Honda Motor. Program tersebut telah melahirkan sejumlah pebalap yang meneruskan karier ke ajang internasional.
Dimas Ekky Pratama, Gerry Salim, Andi Gilang, Mario Aji, Kiandra Ramadhipa, dan Veda Ega Pratama termasuk nama yang pernah mengikuti pembinaan tersebut. Rekam jejak mereka mencakup Asia Road Racing Championship, Thailand Talent Cup, Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup, FIM Moto3 Junior World Championship, Moto3, hingga Moto2.
Persaingan dengan Perangkat Setara
Peserta kelas AHRS menggunakan Honda NSF 100 dengan spesifikasi seragam. Format ini membuat hasil balapan bergantung pada kemampuan pebalap mengatur kecepatan, menjaga konsistensi, dan mengambil keputusan di lintasan.
Seri kedua AHDC 2026 berlangsung di Sirkuit GOR Satria, Purwokerto, dengan 14 starter. Seluruh peserta menjalani balapan sepanjang 12 lap dalam kondisi perangkat balap yang setara.
| Posisi | Pebalap | Hasil Seri Kedua |
|---|---|---|
| 1 | Clevan Louis Valera | Pemenang |
| 2 | Rafif Sadya Baehaqi | Podium kedua |
| 3 | Gandewo Abimanyu | Podium ketiga |
Clevan Louis Valera menjadi pemenang pada balapan tersebut. Rafif Sadya Baehaqi menempati posisi kedua dan Gandewo Abimanyu finis di urutan ketiga.
Kompas.com melaporkan kehadiran Gerry di Purwokerto juga menunjukkan perhatian terhadap perkembangan talenta yang sedang dibina. Dengan motor yang sama, setiap seri menjadi kesempatan bagi pebalap untuk membuktikan kesiapan sebelum naik ke tingkat kompetisi berikutnya.






