Kekalahan 1-5 dari FC Machida Zelvia meninggalkan pekerjaan besar bagi FC Tokyo menjelang laga tandang melawan Vissel Kobe. Mereka akan bermain di Noevir Stadium Kobe pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dengan tuntutan untuk segera menghentikan awal musim yang negatif.
Hasil tersebut terasa berat karena FC Tokyo sempat menunjukkan kendali permainan pada fase awal pertandingan pembuka. Namun, kartu merah Kento Hashimoto pada menit ke-38 mengubah pertandingan dan berujung pada lima gol balasan dari Machida.
Dari Gol Cepat ke Kekalahan 1-5
Marcelo Ryan membawa FC Tokyo unggul cepat pada menit kelima di Ajinomoto Stadium. Gol itu memberi gambaran awal yang positif, sebelum tim kehilangan satu pemain dan tidak mampu mempertahankan ritme permainan.
Sei Muroya menyebut FC Tokyo tampil kuat sepanjang babak pertama sebelum pelanggaran yang menghasilkan kartu merah. “Babak pertama sepenuhnya menjadi milik kami, dan kami membuat permulaan yang sangat baik,” kata kapten FC Tokyo tersebut.
Muroya tidak ingin performa sebelum insiden itu dilupakan begitu saja. “Saya pikir itu adalah pertandingan yang bisa membuat kami menegakkan kepala hingga terjadinya pelanggaran yang berbuah kartu merah,” ujarnya.
Baginya, hal terpenting kini adalah cara FC Tokyo bangkit dari hasil buruk tersebut. “Ini tentang bagaimana kami merespons mulai dari sini,” kata Muroya mengenai kebutuhan tim untuk memperlihatkan persatuan kepada pendukung.
Hashimoto Tidak Tersedia
Masalah FC Tokyo tidak berhenti pada kekalahan besar karena Hashimoto harus menjalani larangan bermain selama dua pertandingan. Matsuhashi harus menyusun ulang pilihan pemain untuk menjaga keseimbangan tim saat menghadapi Kobe.
Pelatih itu menyatakan ada dua pemain yang mampu bermain di kedua sisi. Siapa pun yang dipercaya masuk susunan utama, menurutnya, wajib memberikan penampilan yang solid.
Matsuhashi melihat persiapan tim memberi dasar untuk mengejar poin di Kobe. “Tim telah berlatih dengan sikap yang sangat baik, pada tingkat yang layak untuk meraih poin, dan ada rasa yang kuat di seluruh skuad tentang betapa berartinya pertandingan ini,” katanya.
Keiin Sato turut menggarisbawahi bahwa FC Tokyo tidak boleh membiarkan kekalahan pembuka berkembang menjadi rentetan hasil buruk. Ia menyebut dukungan besar penggemar harus dijawab dengan kerja keras di pertandingan berikutnya.
“Para penggemar telah memberikan dukungan yang sangat luar biasa dan menaruh harapan besar kepada kami, jadi kami harus terus melangkah,” kata Sato. Ia menambahkan, “Kami sama sekali tidak boleh kalah dua kali berturut-turut, jadi kami pasti akan mengejar kemenangan di pertandingan berikutnya.”
Kobe Membawa Keunggulan Awal
Vissel Kobe memasuki pertandingan dengan modal kemenangan 1-0 atas Avispa Fukuoka pada pekan pertama. Tim besutan Michael Skibbe disebut menggunakan formasi 4-3-3, sementara FC Tokyo menyiapkan 4-4-2.
| Tim | Formasi Disebut | Hasil Modal | Poin |
|---|---|---|---|
| Vissel Kobe | 4-3-3 | Menang 1-0 atas Avispa Fukuoka | 3 |
| FC Tokyo | 4-4-2 | Kalah 1-5 dari FC Machida Zelvia | 3 |
Klasemen yang dicantumkan menempatkan Kobe di posisi kesembilan dari dua pertandingan. Tokyo berada di urutan ke-10 dengan tiga poin, tetapi catatan golnya menunjukkan dua gol memasukkan dan lima kali kebobolan.
Matsuhashi memandang Kobe sebagai tim yang memiliki kualitas dan rekam prestasi tinggi. “Kami harus melampaui tim-tim seperti mereka,” ujar pelatih FC Tokyo itu.
Laga kandang memberi Kobe peluang meneruskan momentum positif, sedangkan FC Tokyo membutuhkan pembuktian segera. Pertandingan ini akan menjadi ukuran apakah penampilan sebelum kartu merah pada laga pembuka dapat diterjemahkan menjadi hasil saat menghadapi lawan yang lebih percaya diri.






