Jepang Bawa Isu Damai AS-Iran ke Oman di Tengah Tertutupnya Selat Hormuz

Jepang membuka kemungkinan membantu mempertemukan Amerika Serikat dan Iran ketika Selat Hormuz masih tertutup akibat konflik. Upaya diplomatik itu akan dibawa Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi dalam kunjungan ke Oman dan Arab Saudi pada 17–22 Agustus 2026.

Tokyo berharap pembicaraan antara kedua negara dapat mengarah pada kesepakatan damai. Harapan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Jepang, sebagaimana dikutip Beritasatu.com.

Oman menjadi salah satu titik diplomasi

Motegi dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad al-Busaidi. Pertemuan itu juga akan membahas pelayaran di Selat Hormuz agar tidak dibebani biaya.

Jepang menilai akses yang bebas dan aman di selat tersebut perlu dipertahankan. Jalur ini masih tertutup di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Kunjungan ini menjadi lawatan pertama Motegi ke Timur Tengah sejak konflik tersebut pecah. Pemerintah Jepang ingin mempererat hubungan dengan negara-negara kawasan sambil membahas dampak langsung krisis terhadap jalur laut strategis.

Minyak mentah dialihkan

Penutupan Selat Hormuz memunculkan kebutuhan untuk menggunakan lintasan lain bagi pengangkutan minyak mentah. Selat Bab el-Mandeb kini menjadi jalur alternatif yang mendapat perhatian khusus dalam agenda Jepang.

Di Arab Saudi, Motegi akan bertemu Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud untuk membicarakan kondisi di jalur tersebut. Pembahasan itu penting karena keamanan rute alternatif berpengaruh pada kelancaran pengangkutan minyak mentah.

Lokasi KunjunganPejabat yang DitemuiAgenda Utama
OmanSayyid Badr bin Hamad al-BusaidiPelayaran Selat Hormuz tanpa biaya
Arab SaudiPangeran Faisal bin Farhan Al-SaudKeamanan Selat Bab el-Mandeb

Rekonstruksi dan ketahanan ekonomi

Selain isu pelayaran, Jepang berencana menyampaikan kesiapan untuk mengambil peran aktif dalam pemulihan negara-negara Teluk. Langkah itu mencakup rekonstruksi wilayah yang terdampak serangan balasan Iran.

Tokyo juga ingin membantu memperkuat ketahanan ekonomi negara-negara di kawasan Teluk. Pembahasan tersebut memperlihatkan perhatian Jepang tidak hanya tertuju pada kapal dan pasokan energi, tetapi juga dampak ekonomi dari konflik.

Motegi turut dijadwalkan bertemu Rashad Mohammed Al-Alimi selama berada di Arab Saudi. Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman itu akan membahas dukungan Jepang terhadap upaya stabilisasi di Yaman.

Rangkaian kunjungan ke Oman dan Arab Saudi memperluas ruang diplomasi Jepang pada saat jalur energi utama belum kembali dibuka. Tokyo menggabungkan agenda perdamaian, kebebasan pelayaran, pemulihan Teluk, dan stabilitas Yaman dalam satu lawatan.

Baca Juga